Buffon Oliver Real Madrid Juventus Champions LeagueGetty Images

Soal Michael Oliver, Gianluigi Buffon Minta Maaf

Dalam konferensi pers perpisahannya dengan Juventus, Gianluigi Buffon juga menyampaikan permintaan maafnya pada wasit asal Inggris, Michael Oliver.

Seperti diketahui sebelumnya, Buffon melempar komentar yang begitu pedas untuk Oliver dalam bentrok leg kedua perempat-final Liga Champions kontra Real Madrid lalu. Hal itu terjadi karena sang wasit menghadiahi Los Blancos penalti kontroversial, yang menyebabkan Juve gagal lolos.

Oliver juga memberi kartu merah pertama dalam karier Buffon di Liga Champions, atas protes keras yang dilancarkan. Komisi disiplin UEFA bahkan sampai menggelar penyelidikan untuk menghukum Superman.

Buffon Oliver Real Madrid Juventus Champions LeagueGetty Images

Namun Buffon kini bertindak lebih kalem dengan sampaikan permintaan maaf untuk Oliver, juga merasa UEFA layak menghukumnya. Walau begitu legenda berusia 40 tahun itu tetap tak sepakat dengan insiden yang dihadirkan sang wasit.

"Rencana hukuman dari UEFA? Saya pikir itu benar, tapi bukan atas insiden di lapangan, karena wasit memberi saya kartu merah yang sampai sekarang tidak saya pahami dan Anda [media], ketimbang fokus pada komentar [pedas] saya, harus melihat perilaku dari asisten wasit yang begitu tidak konsisten," ujar Buffon dalam konferensi persnya.

“Mengenai apa yang saya katakan di luar lapangan, saya mengatakan beberapa hari kemudian bahwa saya melewati batas dan itu sudah jelas. Saya sangat menyesal tentang hal itu, karena lebih dari 23 tahun karier saya di Liga Champions, saya tidak pernah dikartu merah atau diskorsing.

“[Insiden] Itu adalah situasi khusus dan beberapa hari kemudian saya mengakui Buffon pada hari itu, dengan sentimen dan perasaan malam itu, tidak bisa tidak mengatakan hal-hal buruk macam itu.

“Beberapa hari kemudian, seperti yang saya katakan dalam acara 'Le Iene’, saya menyesal telah 'menyinggung' wasit, karena pada akhirnya dia adalah manusia biasa yang sedang melakukan pekerjaan yang supersulit.

“Jika saya melihat Michael Oliver dua hari kemudian [setelah pertandingan kontra Madrid], saya akan memeluknya dan meminta maaf. Namun juga mengatakan dia bisa sedikit lebih kalem dalam memimpin pertandingan yang begitu penting bagi kami dan bagi saya.

“Tentu saja tidak lebih dari itu. Saya bukan seseorang yang membawa dendam," pungkasnya bijak.

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1.Persib Siap Jadi Tuan Rumah Lebih Dulu Lawan Persebaya
2.Thailand Pastikan Uji Coba Kontra Indonesia U-23
3.Neville Doakan Ronaldo Cetak Hat-Trick Kontra Liverpool
4.Klub Ezra Walian Selangkah Lagi Promosi
5.Deretan Klub Yang Tak Pernah Terdegradasi
Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google