- Tebas sudah menyerang City dan PSG pada 2017
- Serangan dipicu transfer Neymar dari Barcelona ke PSG
- Tebas menganggap kinerja Premier League 'luar biasa
Apa yang terjadi?
Presiden La Liga Spanyol Javier Tebas meledek Premier League yang baru menjatuhkan dakwaan kepada Manchester City sekarang di saat dirinya sudah tahu adanya pelanggaran finansial fair play sejak beberapa tahun lalu.
Tebas sudah menyebutkan adanya 'doping finansial' pada 2017. Saat itu, Tebas tidak hanya menyerang City, tapi juga Paris Saint-Germain. Serangan tersebut dipicu kepindahan Neymar dari Barcelona ke PSG dengan nilai $264 juta.
Kala itu Tebas meminta UEFA melakukan penyelidikan, karena menilai kedua klub mendapat suntikan dana dari pemerintah Qatar dan Abu Dhabi. UEFA pun kemudian melakukan investigasi terhadap PSG, tapi tidak dengan City. Menurut UEFA, mereka tidak perlu menyelidiki tudingan kepada The Citizen.
Sindiran Tebas ke Premier League
Lima tahun berselang, Premier League mendakwa City dengan pelanggaran aturan finansial. Sontak pengumuman yang dirilis Premier League membuat Tebas tidak mampu menahan tawa, dan melampiaskannya melalui media sosial.
“Pada 5 September 2017 di [konferensi] Soccerex di Manchester, kami mengecam pelanggaran finansial fair play yang dilakukan Manchester City dan Paris Saint-Germain,” cuit Tebas di akun Twitter pribadinya sambil memperlihatkan artikel pernyataannya di laman ESPN.
“Sungguh luar biasa Premier League membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencari tahu. Kami mengecam ada lebih banyak kasus. Akankah butuh waktu bertahun-tahun juga?”
Situasi yang dihadapi City
Seperti diberitakan sebelumnya, Premier League menjatuhkan dakwaan kepada City berdasarkan investigasi selama empat tahun terhadap status keuangan klub, mulai dari musim 2009/10 hingga sekarang.
City diduga telah melanggar aturan liga yang membutuhkan ketentuan informasi akurat keuangan yang memberikan pandangan benar dan adil tentang posisi finansial klub.
Ada lima poin tuduhan yang dirilis Premier League melalui laman resmi mereka dengan masing-masing berisi sejumlah pelanggaran yang dilakukan pada beberapa musim.
