RANS Nusantara FC mendukung penuh pengusutan tragedi Kanjuruhan. Akan tetapi, klub milik Raffi Ahmad tersebut lebih memilih bermain aman soal Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI.
Tragedi Kanjuruhan menjadi sejarah kelam sepakbola Tanah Air. Sebanyak 135 orang meninggal dunia sementara ratusan lainnya mengalami luka ringan dan berat.
Akibat tragedi Kanjuruhan, desakan untuk PSSI melaksanakan KLB mencuat. Publik merasa pengurus federasi sepakbola yang sekarang tidak lagi pantas menempati jabatannya.
Sejumlah klub Liga 1 seperti Persis Solo, Persebaya Surabaya, dan Madura United juga mengambil sikap serupa. Mereka menginginkan PSSI menggelar KLB.
"RANS Nusantara FC selaku klub sepakbola yang menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan kemanusiaan, mendukung penuh proses pengusutan tuntas tragedi Kanjuruhan. Doa kami senantiasa teriring untuk seluruh keluarga korban tragedi Kanjuruhan," tulis pernyataan RANS Nusantara dalam akun Instagram miliknya.
"Kami mendukung proses pembenahan sepakbola Indonesia, yang sedang berjalan saat ini. Kami optimistis bahwa sepakbola Indonesia bisa berkembang ke arah yang lebih baik, sehingga bisa menjadi sepakbola yang senantiasa dapat dinikmati oleh semua usia."
"Kami menghormati semua proses yang senantiasa berjalan saat ini, dan berharap semoga Tuhan memberikan titik terang agar sepakbola Indonesia bisa bergulir kembali."
Sebelumnya, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan yang dibentuk pemerintah sudah merekomendasikan PSSI melangsungkan KLB. Hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban moral pengurus federasi atas insiden nahas tersebut.
Polisi menetapkan enam tersangka dalam tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10). Keenam orang tersebut juga sudah ditahan di rutan Reskrim Polda Jawa Timur.
