Sudah tiga bulan lebih skuad Barito Putera, menjalani latihan mandiri di kediamannya masing-masing. Pandemi virus corona yang melanda Tanah Air, yang membuat para pemain tidak bisa berkumpul.
Meski sudah lama latihan mandiri, para pemain Barito Putera tidak jenuh. Buktinya, pasukan Djadjang Nurdjaman tersebut aktif dalam meminta materi latihan kepada tim pelatih.
Pelatih fisik Barito Putera Dino Sefriyanto, mengaku senang. Ia merasa sikap yang dilakukan tersebut membuktikan para pemainnya benar-benar menjaga kondisinya selama ini.
"Kemarin kami terus memberikan materi per minggu ke pemain seperti Ambrizal Umainilo, bahkan Ilham Udin Armaiyn minta program terus, Riyandi, Bayu [Pradana] dan sebagainya. Mereka profesional," kata Dino dikutip laman resmi klub.
Dino juga mengomentari keputusan PSSI yang melanjutkan kompetisi musim ini, yang sempat terhenti pada pertengahan Maret lalu. Dijadwalkan kompetisi dimulai pada September atau Oktober mendatang.

Muncul sejumlah wacana saat kompetisi diputar. Mulai dari penerapan protokol kesehatan yang ketat, penghapusan degradasi, regulasi pemain U-20, hingga pemusatan laga Liga 1 di Pulau Jawa.
Namun, sampai sekarang PSSI masih belum memutuskannya. Federasi sepakbola nasional tersebut masih mengkaji sejumlah masukan yang didapatkan untuk mengambil keputusan terbaik.
"Insya Allah kalau kick-off di September, rata-rata mulai latihan dua bulan. Kami sendiri komunikasi terus, saya ketemu coach Djadjang Nurdjaman juga. Dia susun dan ajak berbicara saya apa metode yang terbaik," ujarnya.
Nantinya para pemain Barito Putera bakal mendapat program latihan yang berbeda. Pandemi virus corona, menjadi penyebab perubahan tersebut dilakukan Laskar Antasari.
Ada lima metode yang sudah disiapkan Barito Putera. Memeriksa detak jantung secara berkala, mengontrol suhu tubuh saat jeda, sebelum dan sesudah latihan, pengontrolan asupan nutrisi, memperketat volume intensitas latihan, serta mengontrol organisasi latihan per sesi dan micro circle sesuai dengan protokol kesehatan new normal.
"Ini new normal, pasti sistem latihannya beda dengan sebelumnya yang bukan situasi pandemi. Antara pemain satu dan dua ada jarak, yang jelas ada protokol kesehatan," ucapnya.
