Pelatih Italia Luciano Spalletti mengungkapkan tim besutannya menghadapi masa sulit setelah Sandro Tonali dan Nicolo Zaniolo mengundurkan diri dari skuad, karena terkait skandal judi.
Nama Tonali dan Zaniolo pada pekan lalu masuk ke dalam daftar 27 pemain yang dipanggil untuk memperkuat tim nasional menghadapi dua pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2024 melawan Malta, Sabtu (14/10), dan Inggris selang tiga hari kemudian.
Namun kedua pemain ini menjalani pemeriksaan yang dilakukan kepolisian di Coverciano kemarin setelah terlibat dalam skandal taruhan Serie A yang yang melibatkan gelandang Juventus Nicolo Fagioli. Nama terakhir dilaporkan memasang taruhan lebih dari €100 ribu selama 18 bulan.
Tonali dan Zaniolo mengaku kepada penyelidik bila mereka berjudi di platform ilegal. Tetapi mereka mengklaim bermain poker dan blackjack, bukan bertaruh pada pertandingan sepakbola. Mereka pun menyatakan tidak membicarakan hal tersebut dengan Fagioli.
Spalletti mengatakan, di tengah keinginan meraih hasil positif melawan Malta dan Inggris, skandal Tonali dan Zaniolo tentunya memberikan dampak. Kendati demikian, lanjut Spalletti, skuad Italia memberikan dukungan moril kepada kedua pemain untuk menyelesaikan masalah hukum.
“Itu adalah malam yang sulit, dalam arti lain. Ketika Anda harus membawa pulang hasil penting, ada sedikit penantian, sedikit kecemasan untuk bermain,” ujar Spalletti dalam wawancaranya dengan Sky Sports Italia.
“Ini adalah malam yang berbeda, karena banyak kepahitan, seluruh tim dekat dengan mereka. Mereka (Tonali dan Zaniolo) sudah meminta maaf. Kami akan terus dekat dengan mereka, bahkan setelah sorotan meredup. Tetapi sekarang sorotan kepada mereka sudah menyala.”
“Maka benar membantu mereka membela diri apa adanya berdasarkan fakta dan kejadian. Kemudian keadilan juga mengikuti jalannya. Jika terjadi hal-hal yang tidak wajar, itu harga yang harus dibayar.”
Italia saat ini menduduki peringkat kedua klasemen sementara Grup C dengan nilai tujuh. Mereka tertinggal enam poin dari Inggris yang berada di puncak. Tetapi, Italia memiliki satu sisa pertandingan lebih banyak.
