Sudah cukup waktu untuk David da Silva memutuskan hengkang dari Indonesia karena kompetisinya yang tidak jelas. Situasi tanpa kompetisi dinilai tidak bagus untuk perkembangan pemain asal Brasil tersebut.
Sebelumnya terjadi negosiasi alot antara David dan Persebaya Surabaya ketika kompetisi direncanakan bergulir pada Oktober tahun ini. Setelah semuanya baik-baik saja antara David dan Persebaya, nyatanya liga tak kunjung digelar.
Hal ini membuat David akhirnya yakin untuk memilih pergi meninggalkan Indonesia yang status kompetisinya misteri. David telah resmi berpisah dengan Green Force, sebagaimana klub mengumumkan hal tersebut, Minggu, 6 Desember.
"Situasi ini tidak baik bagi saya. Sudah sepuluh bulan saya tidak bermain. Saya harus melangkah. Tidak bisa menunggu situasi ini," ungkap pemain yang sempat membela Pohang Steelers tersebut, dikutip laman resmi Persebaya.
Pertimbangan David yang untuk hengkang tentu diikuti kondisi di mana ia sudah menerima beberapa penawaran dari klub Asia lainnya. Namun predator gol Persebaya selama dua musim terakhir ini menyebut belum ada keputusan lebih jauh.
"Memang ada beberapa tawaran bergabung. Tetapi, saya masih belum putuskan. Lihat beberapa hari ke depan," bebernya.
PersebayaOfficialBagaimana pun, Persebaya dan Bonek selalu punya tempat spesial di hati David. Keputusan hengkang murni bukan karena klub melainkan iklim sepakbola Indonesia yang sedang tidak sehat karena ketiadaan kompetisi dan kejelasan kapan Liga 1 digelar.
"Luar biasa Bonek. Saya pasti ingat. Dan selalu merindukan momen momen kebersamaan ini," ujarnya. "Terima kasih juga kepada rekan-rekan pemain dan tim pelatih atas kebersamaan selama ini. Semoga ke depan Persebaya mampu meraih prestasi," imbuh dia.
Persebaya tetap mendoakan karier terbaik untuk striker berusia 31 tahun tersebut. Dengan hengkangnya David, maka kini Persebaya tinggal memiliki Aryn Williams, Mahmoud Eid, dan Makan Konate. Namun, tidak ada garansi ketiganya bertahan jika situasi terus begini.
"Kami menghargai apa keputusan yang diambil David. Siapa pun, saya kira memang tidak nyaman dengan situasi ini. Belum ada kepastian akan kelanjutkan kompetisi. Kami pun sama. Menjadi serbasalah ketika akan bergerak," ungkap Candra Wahyudi, manajer Persebaya.


