Pemilik Persis Solo Kaesang Pangarep meminta petunjuk cara untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Ia pun menjadi orang pertama dari klub Liga 1 yang berani menyuarakan soal tersebut.
Pernyataan tersebut merupakan respons dari Kaesang karena PSSI menolak rekomendasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Tim tersebut menganjurkan ketua umum Mochamad Iriawan bersama para anggota komite eksekutif (Exco) mundur dan menggelar KLB.
Rekomendasi yang dikeluarkan TGIPF sebagai bentuk tanggung jawab moral PSSI atas tragedi Kanjuruhan. Insiden nahas itu menewaskan 134 orang dan ratusan lain dirawat di rumah sakit.
Hanya saja, anggota Exco PSSI Ahmad Riyadh menyatakan pemerintah tidak berhak ikut campur dalam urusan PSSI. Ada mekanisme untuk melaksanakan KLB sesuai dengan statuta.
Dalam statuta disebutkan cuma dua pihak yang dapat meminta KLB digelar yakni anggota Exco dan anggota PSSI. Akan tetapi, khusus untuk anggota PSSI suaranya harus mencapai 50 persen dari total yang ada sehingga KLB bisa dilaksanakan.
"Pak, izin tolong ajarin kami untuk meminta KLB. Maaf, kami anak baru di dunia sepakbola. Apakah kami perlu kirim surat resmi menggunakan kop surat perusahaan ke PSSI?" tulis Kaesang dalam akun Twitter miliknya.
"Tapi apa kami yang cuma 1 voter ini sudah cukup?" anak bungsu dari Presiden RI Joko Widodo tersebut menambahkan.
Desakan agar PSSI menggelar KLB mengalir deras. Bahkan, sejumlah kelompok suporter siap turun ke jalan untuk menuntut agenda tersebut dilaksanakan.


