Simon McMenemy - BhayangkaraGoal / Abi Yazid

Simon McMenemy Pusing Bhayangkara FC Imbang


LIPUTAN  ABI YAZID  DARI MALANGIkuti di twitter


Hasil imbang 1-1 melawan Persela Lamongan di Stadion Kanjuruhan kemarin sore pada matchday kedua Grup E turnamen Piala Presiden 2018 membuat pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy pusing.

Kegagalan mendulang angka penuh ini membuat Bhayangkara FC akan menjalani laga hidup-mati melawan Arema FC, Selasa (30/1). Kekalahan maupun imbang membuat kans Bhayangkara FC ke perempat-final di ujung tanduk, karena harus melihat perolehan poin di grup lain.

Namun sebelum duel melawan Arema, McMenemy juga harus mempersiapkan tim menghadapi klub Liga Utama Jepang (J.League) FC Tokyo, Sabtu (27/1), di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

“Pemain sangat antusias melawan Tokyo. Saya pikir permainan kami akan menjadi representasi sepakbola Indonesia. Tapi persiapan kami sangat mepet, karena menghadapi jadwal padat. Sayang kami gagal menang, sehingga di laga terakhir mesti menang dengan kondisi skuat yang harus bagus,” beber McMenemy.

Terkait duel lawan Persela, McMenemy menilai wasit telah mengambil keputusan tepat. McMenemy menilai pemain asing Persela Alessandro Celin telah melakukan aksi diving. Namun ia enggan mengomentari tudingan gol Herman Dzumafo yang dianggap berbau off-side.

“Ada pemain setinggi enam kaki bisa jatuh tertiup angin, kemudian berteriak meminta pelanggaran kepada wasit. Saya setuju wasit mengabaikannya, dan benar setelah kejadian itu dia bisa berlari seperti biasanya. Soal off-side saya tidak bisa melihat dengan jelas,” tegas McMenemy. 

Pernyataan itu terkait kekecewaan pelatih Persela Aji Santoso terhadap sejumlah keputusan wasit. Menurut Aji, seharusnya Laskar Joko Tingkir bisa memenangkan pertandingan.

“Ada sebuah kejadian pemain Bhayangkara FC [Dendi Sulistyawan] handball di kotak penalti di depan wasit, namun wasit mengabaikan kejadian itu. Walaupun pada dasarnya kami kecewa, karena peluang untuk lolos makin kecil, saya cukup puas dengan hasil seri, karena pemain bermain cukup bagus,” ucap Aji.

Pelatih berusia 47 tahun ini juga memaklumi Celin dan Gaston Castano bermain tak sesuai dengan yang diperlihatkan ketika menjalani latihan. Kedua pemain tersebut cenderung memperlihatkan performa individual.

“Kami punya alasan menurunkan mereka, karena dua pemain ini sangat bagus di latihan. Sebelumnya, saat melawan Arema, mereka berdua juga bermain bagus. Mungkin masih belum peak, karena memang belum lama menjalani latihan bersama,” papar Aji. (gk-48)

Footer Goal Indonesia Instagram
Iklan