Berita Live Scores
Liga 1

Simon McMenemy Khawatirkan Kondisi Awan Setho

19.40 WIB 27/01/18
Simon McMenemy - Bhayangkara FC
Awan terpaksa diangkut oleh ambulans pada pertengahan laga setelah menghentikan laju dari Diego Oliveira.

OLEH   FARABI FIRDAUSY

Bhayangkara FC bukan hanya harus menerima kekalahan dari FC Tokyo, pada laga persahabatan J.League Asia Challenge 2018, Sabtu (27/1) petang, di Stadion Gelora Bung Karno. Mereka juga harus kehilangan kiper utama, Awan Setho.

Penjaga gawang yang juga memperkuat timnas Indonesia itu harus diangkut dengan ambulans pada pertengahan babak kedua setelah coba menahan laju dari Diego Oliveira di kotak penalti. Kaki dari Diego mengenai bagian leher dari Awan.

Kondisi Awan cukup mencemaskan ketika ambulans harus masuk ke lapangan untuk membawanya ke rumah sakit terdekat. Pelatih Bhayangkara Simon McMenemy cukup khawatir dengan kondisi kiper yang akhirnya digantikan Fauzal Mubarok itu.

"Yang saya paham soal Awan memang terjadi benturan, sepertinya terjadi cedera di bagian leher. Saya pikir itu adalah tindakan yang sangat berani dengan menyelamatkan bola dan mengorbankan dirinya beradu dengan kaki lawan," ucap McMenemy.

Arsitek asal Skotlandia itu sangat berharap tidak terjadi cedera serius pada kiper kelahiran Semarang, berusia 20 tahun tersebut. "Awan mungkin bukan kiper yang nampak luar biasa, tapi dia benar-benar kiper yang memberikan impak kepada tim."

Menurut keterangan manajer Bhayangkara Sumardji, Awan mengalami cedera pada bagian rahang dan berada di Rumah Sakit Mintohardjo dengan kondisi sadar. "Tapi kami masih menunggu perkembangannya bagaimana," papar Sumardji.

Sementara itu, Kenta Hasegawa selaku pelatih FC Tokyo cukup bersimpati dengan kondisi yang dialami Awan. Ia turut memuji penampilan dari para pemain Bhayangkara yang membuat timnya kesulitan kendati akhirnya menang dengan skor akhir 4-2.

"Oliveira sangat prihatin dengan kondisi Awan dan dia juga sudah minta maaf langsung kepada pemain tersebut. Kalau ada tuntutan dari PSSI atau Bhayangkara bahwa dia harus minta maaf kembali, saya akan sampaikan kepada dia nantinya," kata Kenta.

Keluhkan Cuaca Panas

"Kesan kami adalah, pertama panas sekali — karena Jepang saat ini sedang musim dingin dan kami tidak sangka bahwa di sini akan sangat panas. Tapi pengalaman berharga bagi pemain kami telah main di cuaca panas seperti ini."

"Bhayangkara FC menurut saya sangat pantas menjadi juara liga, di tengah jadwal yang padat mereka tetap main agresif dan menunjukkan permainan yang berkualitas sehingga kami kebobolan dua gol, bahkan mereka sempat memimpin."

"Untungnya, kami punya pemain yang juga coba bermain agresif dan mau mati-matian pada babak kedua. Pemain yang masuk di babak kedua tampil sangat baik sehingga akhirnya kami bisa mencetak empat gol dan menang."