LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI LAMONGAN
Kegagalan mematikan motor permainan Persela Lamongan, Diego Assis, ketika menelan kekalahan 2-0 di Stadion Surajaya kemarin sore membuat pelatih Bhayangkara FCSimon McMenemy merasa kecewa.
Menurut McMenemy, sejak awal ia sudah mewanti-wanti anak asuhnya agar mengawasi pergerakan Assis. Namun McMenemy melihat pemain tampil kurang disiplin, sehingga Assis bebas bergerak.
“Persela bermain bagus, tidak hanya satu atau dua pemain saja. Mereka mampu bermain menekan. Sementara penampilan kami kurang bagus. Saya juga kecewa kinerja tim,” cetus McMenemy.
“Diego Assis pemain bagus sekali. Kami tidak boleh biarkan dia melewati empat pemain seperti di laga itu. Ketika dia terima bola, dia balik lawan, dan melewati gelandang kami.”
“Di situlah letak kesalahan para gelandang kami, kurang rapat menjaganya. Di gol pertama, karena kesalahan pemain tidak marking ketat, juga saat tendangan penjuru.”
McMenemy mengaku sempat ada harapan bakal mampu mendapatkan poin dalam laga ini, karena sebelumnya Bhayangkara FC meraih hasil positif saat melawat ke markas Persib Bandung, Persipura Jayapura, dan Bali United.
“Setiap orang pasti ekspektasinya Bhayangkara akan selalu menang di laga away, sebab kami beberapa kali memenangi pertandingan yang sulit. Tapi kami tahu ini pertandingan berat, Persela main bagus dan militan. Mereka kehilangan beberapa pemain inti, tapi mereka main dengan semangat tinggi,” sambung Simon.
Hal senada juga diutarakan Adam Alis, Menurutnya, pemain merasa cukup kesulitan dalam menembus rapatnya barisan pertahanan Persela, sehingga beberapa kali mereka menemui jalan buntu.
“Memang apa yang coach inginkan kurang berjalan dengan baik. Kami harus introspeksi untuk perbaikan di laga selanjutnya. Dari pertama main mereka sangat disiplin. Pemain kami kebinggungan mau melewati dari arah mana,” terang Adam. (gk-43)
Goal Indonesia