Manajemen PSIS Semarang akhirnya terpaksa mendaftarkan direktur teknik klub, Ian Andrew Gillan, sebagai pelatih kepala Mahesa Jenar untuk menyiasati regulasi Liga 1 2022/23.
Sejak memecat Sergio Alexandre pada 24 Agustus lalu, PSIS belum mendapatkan penggantinya. Selama ini, PSIS ditangani karteker Achmad Resal Octavian. Hanya saja, PSIS tidak bisa menggunakan jasa Achmad lebih lama, karena berbenturan dengan regulasi kompetisi terkait pelatih.
Berdasarkan regulasi Liga 1 2022/23 pasal 32 tentang ofisial, di poin 11 disebutkan, klub diwajibkan untuk melakukan penetapan dan pendaftaran pelatih kepala baru selambat-lambatnya 30 hari setelah PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menerima surat pemberitahuan pengakhiran kontrak.
Jika tidak bisa memenuhi ketentuan tersebut, klub yang melanggar bakal dikenakan sanksi denda sebesar Rp100 juta. Aturan ini yang akhirnya membuat PSIS terpaksa menetapkan Gillan sebagai pelatih.
Manajer umum Wahyoe 'Liluk' Winarto mengatakan, Gillan akan dikembalikan ke posisinya sebagai direktur teknik saat klub sudah kedatangan pelatih baru yang dijadwalkan pada bulan depan.
“Sesuai regulasi, PSIS harus mendaftarkan pelatih kepala 26 September. Karena itu, kami untuk sementara mendaftarkan coach Ian yang telah memiliki lisensi AFC Pro. Kami pinjam lisensi beliau,” jelas Liluk dikutip laman resmi klub.
“Coach Ian mengisi posisi pelatih kepala sambil kami menunggu pelatih baru definitif yang rencananya datang di bulan Oktober. Setelah pelatih kepala baru definitif datang, coach Ian akan kembali ke PSIS Development untuk kembali melakukan pembinaan usia muda.”
Kebijakan ini membuat Gillan untuk kali kedua membesut PSIS. Pelatih kelahiran Skotlandia tersebut sebelumnya pernah menangani PSIS di Liga 1 2021/22. Namun tidak bertahan lama, karena manajemen menggusurnya menjadi direktur teknik menyusul performa Mahesa Jenar yang buruk. Posisi Gillan selanjutnya diserahkan ke Imran Nahumarury.
Terkait calon pelatih PSIS, ada dua nama yang mengapung ke permukaan. Arsitek Kuala Lumpur City FC Bojan Hodak, dan eks juru taktik Borneo FC Milomir Seslija disebut sebagai calon kuat.
