Berita Live Scores
Sisi Lain

Siapa Fabrizio Romano? Eks Jurnalis Goal Sekaligus Juru Transfer Dengan Slogan 'Here We Go'

12.57 WIB 17/01/22
Fabrizio Romano
Fabrizio menjadi sumber berita A1 dalam urusan transfer pemain, tapi bagaimana ia bisa menjadi jurnalis terpercaya? Simak ulasan lengkap berikut ini.

Bursa transfer menjadi salah satu momen yang dinantikan bagi pecinta sepakbola, apalagi jika klub kesayangan mereka melakukan pergerakan yang mengejutkan.

Dan media-media tentu saja akan memberikan kabar terbaru mengenai rumor kepindahan pemain, tetapi ada satu jurnalis yang menjadi sumber berita terpercaya para penikmat sepakbola.

Ya, Fabrizio Romano adalah orangnya...

Ia adalah jurnalis yang bekerja, di antaranya untuk Sky Sports dan The Guardians, tetapi Fabrizio juga menjadi spesialis dalam transfer.

Kutipan khasnya 'Here We Go' di Twitter pribadinya adalah hal yang dinanti-nantikan para penggemar, dengan itu menandakan seorang pemain 100 persen akan berpindah klub atau memperbarui kontraknya.

Tetapi apa yang telah ia raih sekarang tentu tidak instan. Fabrizio telah memulai karier jurnalistiknya sejak usia 18 tahun, dengan ia menulis di situs-situs web kecil Italia.

Saat itu, Fabrizio juga sempat untuk bekerja untuk menuliskan kepindahan pemain muda dari akademi Barcelona La Masia, dengan striker Paris Saint-Germain Mauro Icardi menjadi pemain pertama yang kepindahannya ke La Masia ditulis oleh sang jurnalis.

Fabrizio juga menjadi salah satu sumber utama ketika Zlatan Ibrahimovic pindah dari LA Galaxy ke AC Milan pada 2019, hengkangnya Zinedine Zidane dari Real Madrid di akhir musim lalu sampai kembalinya Gianluigi Buffon ke Parma.

Kariernya kemudian terus meningkat setelah Fabrizio menjadi penulis di beberapa media Italia, termasuk bekerja di Goal Italia sebagai koresponden raksasa Serie A Inter Milan antara tahun 2013 dan 2016.

Dan hingga kini, kalimat saktinya 'Here We Go' terus menjadi hal yang ditunggu-tunggu para penggemar, bahkan ia sibuk setiap harinya saat bursa transfer Januari dan musim panas tahun lalu.

Ia menjadi jurnalis yang mengumumkan banyak kesepakatan transfers seperti Christian Eriksen, Ashley Young, Jadon Sancho, Raphael Varane, David Alaba hingga Cristiano Ronaldo.

Meski itu menuntutnya untuk terus mencari informasi, ia terlihat nyaman dan menikmati pekerjaannya tersebut.

"Orang-orang bertanya soal tim mana yang saya dukung. Namun, bukan soal itu. Saya senang karena cara mendatangkan pemain akan membuat orang lebih bergairah," ungkap Fabrizio dalam sebuah wawancara.

"Menjadi jurnalis seperti ini tidak mudah. Orang akan meminta berita atau berusaha mengonfirmasi. Saya ingin menghormati jurnalis lain."

"Jadi saya hanya mengatakan apa yang saya tahu. Saya tidak ingin mengatakan bahwa kabar yang diberitakan di tempat lain palsu."

"Bursa transfer telah berubah dalam beberapa tahun terakhir. Dulu, pertemuan dengan orang-orang atau agen dilakukan di telepon. Namun sekarang Anda dapat berbicara di media sosial. Saya harus selalu siap."

Fabrizio tentu saja tak akan lepas dari teleponnya karena ia bisa melakukan setidaknya 50 panggilan setiap harinya untuk memastikan kabar transfer pemain atau pelatih.

Selain itu, ia juga sering mendatangi agen atau direktur klub di restoran, hotel atau di lokasi lain untuk mengetahui kepastian dari rumor-rumor yang beredar.

Fabrizio juga pernah mengatakan bahwa ketika telah memasuki bursa transfer, ia hanya bisa tidur selama lima jam saja karena waktunya habis untuk mengonfirmasi transfer pemain atau pelatih. Hal itu ia lakukan karena apapun bisa terjadi kapan saja.

Tetapi meski ia dicap sebagai 'Dewa Transfer Pemain', ia beberapa kali pernah melakukan kesalahan. Hal itu pernah diungkapkan oleh Fabrizio, karena menurutnya, pemain yang berstatus agen bebas memiliki keputusan yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Salah satu beritanya yang kurang tepat adalah kepindahan David Silva dari Manchester City ke Real Sociedad pada musim panas tahun lalu. Awalnya ia mengunggah di Twitter pribadinya bahwa playmaker tersebut akan hijrah ke Italia dan bermain untuk Lazio, tetapi pada akhirnya pemain asal Spanyol itu pulang ke negaranya dan menerima tawaran La Real.

Akun Twitter Fabrizio kini telah memiliki 6,4 juta pengikut, sementara Instagramnya telah diikuti oleh 5,6 juta orang.