Shkodran MustafiBundesliga

Terkait Isu Rasialisme, Shkodran Mustafi: Saya Ingin Dunia Berjalan Layaknya Ruang Ganti Pemain

Bek Schalke 04, Shkodran Mustafi, menjadi pemain terbaru yang menyatakan kejijikannya pada rasialisme, yang masih saja terus kejadian pada era sepakbola modern.

Hal itu diungkapkan Mustafi saat menjawab pertanyaan dari Goal Indonesia dalam sesi roundtable bersama Bundesliga, Selasa (23/3).

Sebelumnya, momentum untuk kembali menyuarakan anti-rasialisme kembali mengemuka pasca-pembunuhan berbau rasialisme terhadap George Floyd, tahun lalu, yang menimbulkan reaksi keras masyarakat di hampir semua negara bagian di Amerika Serikat, yang juga merembet ke negara-negara lain.

Sejak itu, banyak klub dan instansi olahraga di seluruh dunia pun turut menunjukkan dukungan pada kampanye Black Lives Matter.

Kasus rasialisme termarak masih melibatkan Liga Primer Inggris. Kompetisi tempat Mustafi berkarier bersama Everton dan Arsenal sebelum bergabung ke Schalke per Februari lalu.

Upaya dari pihak EPL pun terbilang tidak sedikit untuk memerangi rasialis, kampanye dengan tagar #NoRoomForRacism terus didengungkan di berbagai platform, termasuk yang menempel di setiap jersey setiap pemain, termasuk aksi berlutut sebelum sepak mula sejak musim lalu.

“Pertama-tama, ini cukup menyedihkan saat kita duduk dan membicarakan tentang rasialisme saat kita sudah berada pada 2021,” ucap Mustafi.

“Saya pikir kita seharusnya bisa lebih cerdas untuk tidak lagi membicarakan isu ini, tapi sayangnya kita sedang menghadapinya. Ya, karena hal itu masih saja terjadi.”

“Tapi, saya ingin sekali melihat dunia untuk berjalan seperti kehidupan pesepakbola di ruang ganti. Tidak peduli Anda berasal dari mana, tidak peduli apa warna kulit Anda, tidak peduli apa agama Anda. Kami tinggal bersama, kami berjuang bersama, kami menang bersama, dan kami kalah bersama.”

“Kemudian yang terpenting adalah: di ruang ganti dan di setiap ruang ganti adalah adanya sikap saling respek dan saya pikir itu adalah mimpi bersama untuk melihat dunia berjalan seperti bagaimana kehidupan di ruang ganti,” pungkasnya.

Terbaru di Indonesia, yakni saat striker PSM Makassar, Patrich Wanggai, menjadi sasaran rasialisme di media sosial.

Instagram sebetulnya sudah mengumumkan bakal menindak tegas penyebar ujaran rasial dengan menghapus akun dan mencegah pelanggar aturan teranyar tersebut membuat profil baru.

Regulasi baru tersebut dibuat pihak Instagram sebagai respons dari eskalasi serangan rasialisme terhadap pesepakbola kulit hitam.

Iklan
0