Sama seperti orang asing lain yang berkunjung ke tanah air, nasi goreng jadi masakan disukai. Tak terkecuali pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong, mengalami hal serupa.
Nasi goreng tentu sulit ditemukan di negara lain. Rasanya yang kaya akan rempah Indonesia jadi satu di antara alasan masakan tersebut begitu digemari orang asing.
Bahkan nasi goreng pada beberapa tahun lalu sempat dinobatkan di peringkat kedua makanan terenak dunia setelah media termuka melakukan jajak pendapat. Hal ini membuktikan nasi goreng memang begitu lezat dinikmati.
"Makanan yang tidak berbeda jauh dengan di Korea Selatan. Saya sudah mencobanya seperti nasi goreng," kata Tae-yong.
Bukan soal masakan saja, Tae-yong juga mulai bisa menggunakan kata dengan bahasa Indonesia. Padahal, pria berusia 50 tahun itu baru berada di tanah air kurang dari satu minggu.
Tentu usaha yang dilakukan Tae-yong, patut diapresiasi publik. Mengingat, pelatih-pelatih Merah Putih yang berasal dari luar negeri sebelumnya terkesan malas untuk belajar bahasa Indonesia.
"Selamat sore. Hai, apa, siapa, ke mana, kapan," ucap Tae-yong yang ingin menunjukkan kebisaannya berbahasa Indonesia.
