Shin Tae-yongPSSI

Shin Tae-Yong Tampik Anggapan Timnas Indonesia Bermain Kasar

Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong menampik anggapan skuad Garuda telah memeragakan permainan kasar sepanjang Piala AFF 2020, dan menilai benturan fisik merupakan hal normal di sepakbola.

Hingga saat ini Indonesia merupakan pengoleksi kartu kuning terbanyak. Setidaknya sudah sepuluh kartu kuning yang diterima pemain Indonesia, dua di antaranya untuk Ramai Rumakiek.

Suporter maupun media dari negara lain, terutama Vietnam, menyoroti masalah itu. Media sosial diramaikan perbincangan mengenai gaya bermain penggawa Indonesia yang dianggap kasar.

Namun Tae-yong menanggapi tudingan tersebut dengan santai. Menurutnya, benturan fisik yang dilakukan pemain masih dalam tahap yang wajar. Tae-yong menyatakan, benturan fisik merupakan hal lumrah dalam sepakbola. Kendati demikian, ia tidak pernah menginstruksikan anak asuhnya untuk mencederai pemain lain.

“Tidak sama sekali. Ketika saya pertama kali datang ke Indonesia, tidak banyak pemain yang melakukan benturan fisik. Tetapi bukan berarti pemain kami berniat membuat pemain lain mendapatkan cedera. Saya tidak pernah mengajari pemain untuk bermain seperti itu. Kami harus menghormati pemain lain,” ujar Shin Tae-yong.

“Namun dalam sepakbola benturan fisik normal, itu terjadi karena kemauan tinggi pemain. Jadi saya tidak berpikir kami bermain sangat agresif sekali (kasar). Benturan fisik memang diperlukan, dan saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Penilaian setiap orang berbeda, tapi benturan fisik itu normal.”

Tae-yong juga tidak ingin memperdebatkan keputusan wasit yang tak memberikan hadiah penalti ketika Ricky Kambuaya dilanggar Nazrul Nazari pada menit ke-77. Tae-yong tetap menghargai keputusan wasit.

“Saya belum melihat rekaman video tentang kejadian itu, jadi saya tidak bisa mengomentari apa pun. Sekalipun jika itu terjadi di dalam kontak penalti, dan wasit memutuskan di luar [kotak penalti], saya tetap menghormati keputusan wasit. Itu juga menjadi bagian dari pertandingan,” tutur Tae-yong.

Sementara itu, Witan Sulaeman yang terpilih sebagaii pemain terbaik di laga ini mengutarakan, dirinya cukup kecewa tidak bisa mempertahankan keunggulan. Kendati demikian, Witan meyakini tim Merah Putih akan bangkit di leg kedua.

“Menurut saya pertandingan [Rabu] malam ini cukup baik. Kami mampu menguasai bola di babak pertama, tapi di babak kedua kami kehilangan fokus, sehingga gawang kami kemasukan. Hasilnya kurang memuaskan buat kami. Kami akan bekerja lebih keras lagi. Kami punya waktu untuk recovery,” ujar Witan.

Iklan
0