Shin Tae-yong - Timnas Indonesia U-20PSSI

Shin Tae-Yong Sesalkan Pemain Timnas Indonesia U-20 Sering Terjang Lawan Di Kotak Penalti

Pelatih timnas Indonesia U-20 Shin Tae-yong menyesalkan kebiasaan para pemain yang sering menerjang lawan di kotak penalti, sehingga mendatangkan kerugian bagi tim besutannya.

Hal itu disampaikan Tae-yong selepas timnas U-20 dikalahkan Slowakia U-20 dengan skor 2-1 dalam pertandingan uji coba di Pinatar Arena, San Pedro del Pinatar, Sabtu (19/11) malam WIB.

Tae-yong merujuk kepada pelanggaran yang dilakukan pemain saat melawan Prancis dan Slowakia. Terakhir, Dzaki Asraf melanggar penggawa Slowakia di kotak terlarang, sehingga wasit menunjuk titik putih.

Tae-yong mengungkapkan, pelanggaran di kotak penalti disebabkan adanya rasa bersalah pemain ketika lawan berhasil melewati mereka, dan kemudian berusaha membayarnya dengan melakukan tekel tanpa memperhitungkan situasi.

“Masalah penalti, memang harus bisa bertahan dengan menunggu dan lebih stabil, walau pemain itu yang melakukan kesalahan,” ujar juru taktik asal Korea Selatan itu.

“Pemain terbiasa sliding [di kotak penalti], karena mereka merasa bersalah, dan berusaha menggantinya, dan akhirnya mendapat penalti. Seharusnya tidak terburu-buru.”

Secara keseluruhan, Tae-yong merasa cukup puas dengan performa pemain dibandingkan ketika digasak Prancis 6-0. Namun Tae-yong mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit Roca Robles.

“Kalau dilihat dari hasil, kami memang kalah. Tetapi para pemain sudah bekerja dengan baik dan maksimal dalam pertandingan. Percaya diri pemain makin meningkat melawan tim dari Eropa. Tetapi agak kecewa juga, karena wasit sedikit memihak ke lawan,” ucap Tae-yong.

Terkait performa dua pemain baru, Zico Soree dan Rafael Struick, Tae-yong dapat memakluminya. Menurut Tae-yong, kedua pemain tersebut belum memahami organisasi permainan yang dia inginkan, karena baru bergabung dengan tim.

“Justin [Hubner] dan Ivar [Jenner] sudah latihan bersama kami. Sedangkan Rafael dan Zico baru bergabung dua hari lalu, jadi belum ikut latihan tim secara normal, dan langsung bertanding bersama kami,” jelas Tae-yong.

“Secara organisasi [permainan] memang kurang, karena belum latihan bersama kami. Tapi kemampuan individu cukup baik.”

Iklan
0