Shin Tae-Yong - Timnas IndonesiaPSSI

Shin Tae-Yong Sebut Timnas Indonesia U-19 Butuh Psikolog Paham Sepakbola

Pelatih timnas Indonesia U-19 Shin Tae-yong berharap PSSI mendatangkan psikolog yang memahami sepakbola agar mental penggawa Garuda Nusantara lebih siap dalam menghadapi tekanan.

Hal itu disampaikan Tae-yong dalam rapat timnas U-19 bersama ketua umum PSSI Mochamad Iriawan di kantor PT Liga Indonesia Baru (LIB), Rabu (20/7). Selain mengevaluasi kinerja, rapat ini juga membahas program timnas U-19 ke depannya, terutama menjelang Piala Dunia U-20 2023.

Asisten manajer Sumarji menyebutkan timnas U-19 membutuhkan bimbingan psikolog atau motivator untuk menambah kepercayaan diri mereka. Menurutnya, di usia yang masih berkisar antara 17 dan 18 tahun, mental mereka belum terbentuk secara maksimal.

Sumarji mencontohkan performa timnas U-19 ketika menjalani laga perdana melawan Vietnam di Piala AFF U-19. Faktor mental berperan cukup besar, sehingga timnas U-19 hanya bermain imbang tanpa gol.

“Anda bisa lihat saat laga pertama melawan Vietnam, mental dan skema permainan tidak berkembang. Ini selalu menjadi problem saat Indonesia main di laga pertama. Itu harus menjadi koreksi STY agar setiap laga pertama sudah langsung tune in. Langsung ngegas,” tutur Sumarji dikutip laman resmi PSSI.

Hanya saja, Tae-yong tidak menginginkan psikolog umum. Tae-yong berkaca dari pengalaman timnas U-19 ketika menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan beberapa waktu lalu.

Menurut Tae-yong, kedatangan psikolog dan motivator umum ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap timnas U-19. Tae-yong menyatakan, psikolog dan motivator itu harus memahami sepakbola, sehingga menghadirkam suasana berbeda dibandingkan psikolog maupun motivator umum.

“Saya harus akui percaya diri tim ini kurang pada awalnya, termasuk mental, khususnya menghadapi tim-tim besar. Tetapi, perlahan pemain mulai bisa mengatasi masalah ini. Anda lihat di Piala AFF, mental itu mulai bisa teratasi dan itu harus terus dipertahankan saat menghadapi tim besar,” beber Tae-yong.

“Akan lebih baik, jika ketua umum, manager, bisa memberikan motivasi pemain pada sesi yang lain dengan waktu yang lebih lama. Bisa juga mengumpulkan pemain di tempat tertentu dan diberikan motivasi."

Tae-yong selanjutnya akan pulang ke Korsel untuk berlibur selama satu bulan setelah mencurahkan pikiran dan tenaga menangani timnas senior dan U-19 secara beruntun. Timnas U-19 selanjutnya akan berkumpul pada September mendatang untuk menjalani TC di Eropa.

Saat ini ada tiga negara yang diusulkan untuk menggelar TC, yakni Belanda, Spanyol, dan Portugal. Namun Belanda menjadi prioritas, karena bisa mendatangkan keuntungan tersendiri.

Iklan
0