Timnas Indonesia sukses mengalahkan Turkmenistan, 2-0 pada FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/9) malam WIB. Pelatih Shin Tae-yong menyebut memakai tiga formasi berbeda untuk memetik kemenangan.
Dendy Sulistyawan membuka keunggulan timnas Indonesia lewat gol tendangan dari luar penalti pada menit ke-19. Skuad Garuda kembali membobol gawang Turkmenistan melalui Egy Maulana Vikri saat injury time babak kedua.
Tae-yong mengaku tidak mudah untuk meraih kemenangan tersebut. Ia mesti memutar otak karena sejumlah pemain andalannya difokuskan memperkuat timnas Indonesia U-23 yang berjuang di kualifikasi Piala Asia U-23 2024.
"Kita pemain timnas senior ini bisa dibilang belum lengkap karena banyak pemain di tim nasional U-23. Jadi pertandingan ini kami pakai tiga bek di babak pertama, kemudian babak kedua menyerang ganti 4-4-2, di menit akhir 3-4-3. Pemain ikuti instruksi pelatih dengan baik jadi kita dapat kemenangan," kata Tae-yong.
Selain itu, Tae-yong memberikan pujiannya buat Sandy Walsh dan Wahyu Prasetyo. Kedua pemain tersebut melakoni debut yang oke bersama timnas Indonesia di laga kontra Turkmenistan.
Hanya saja, Tae-yong menegaskan kedua pemain tersebut tidak boleh berpuas diri. Walsh dan Wahyu harus tetap berjuang untuk mendapatkan posisi inti di timnas Indonesia.
“Secara hasil ya kita meraih kemenangan dengan tidak kebobolan. Makanya kita bisa menilai mereka [Walsh dan Wahyu] bermain dengan bagus. [Tapi] Menurut saya tidak ada pemain inti di timnas. Jadi semua pemain memang harus bersaing," ucapnya.
