Timnas Indonesia sudah melakukan pemusatan latihan (TC) sejak 9 Februari. Total 36 nama awal dipanggil pelatih Shin Tae-yong, yang akhirnya mengalami perubahan karena beberapa pemain tak bisa ikut serta.
Firza Andika dan Tegar Infantrie termasuk pemain yang menyatakan tidak bisa ikut TC yang dilaksanakan di Jakarta tersebut. Keduanya tengah mengikuti tes masuk Akademi TNI Angkatan Udara, sehingga harus digantikan.
Tae-yong kemudian memanggil nama tambahan sebagai pengganti Firza dan Tegar, yakni gelandang senior PSM Makassar, Rizky Pellu, bersama dengan bek kiri Persija Jakarta dari timnas Indonesia U-19, Salman Alfarid.
Diharapkan kedua pemain tersebut bisa segera nyetel dengan rekan-rekannya yang sudah lebih dulu mengikuti latihan pada TC ini. Tae-yong masih fokus pada pembenahan fisik pemain yang jeblok karena tidak ada kompetisi.
“Kami memanggil Salman dan Rizky untuk menambah komposisi pemain di TC ini. Semoga mereka cepat beradaptasi, bekerja keras dan menunjukkan performa terbaik,” kata Shin Tae-yong.
“Kami terus fokus untuk meningkatkan stamina, fisik dan juga organisasi permainan,” imbuh sosok asal Korea Selatan yang pernah menukangi timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut.
Alvino HanafiFisik memang selalu menjadi perhatian dari Tae-yong sejak ia dipercaya memegang kendali timnas Indonesia. Mantan gelandang Seongnam FC itu melihat bahwa kualitas fisik pemain Indonesia belum bisa bersaing dengan baik.
Selain itu, Tae-yong punya tantangan lain dalam pembentukan timnas untuk SEA Games 2021, karena tidak ada kompetisi yang berjalan di Indonesia. Otomatis, ia harus meminta pemain untuk kerja keras meningkatkan kondisi fisik yang jeblok.
"Selama setahun liga tidak bergulir jadi susah, meski mereka latihan pribadi, tetap sulit untuk 100 persen. Jadi anggap saja dari 100 persen, pemain hanya 30 persen, jadi perlu latihan terus meningkatkan fisik stamina dan pertandingan," ujar Tae-yong beberapa waktu lalu.
"Menurut saya, memang liga harus bergulir. Jadi jujur, saya tak tahu kenapa liga tak bergulir. Mungkin seperti Liga Korea Selatan, mungkin pertama tanpa penonton, tapi lama-lama penonton boleh masuk 25 persen. Semoga liga cepat bergulir," harap dia.
PSSI