Timnas Indonesia U-19 sudah melakoni empat pertandingan dalam Grup A Piala AFF U-19. Cahya Supriadi adalah satu-satunya pemain yang selalu dipilih menjadi starter dan tidak diganti.
Cahya menunjukkan penampilan gemilang dalam keempat pertandingan tersebut. Pemain yang berposisi sebagai kiper tersebut baru satu kali kebobolan.
Bukan perkara mudah buat Cahya menjaga gawang timnas Indonesia U-19 dari minim kebobolan. Mengingat, skuad Garuda Muda sudah melawan Vietnam U-19 dan Thailand U-19 yang mana kedua laga tersebut berakhir dengan skor tanpa gol.
Satu-satunya gol yang masuk ke gawang Cahya, saat timnas Indonesia U-19 menghadapi Filipina U-19. Laga tersebut tuntas buat kemenangan pasukan Merah Putih dengan skor 5-1, di Stadion Patriot Candrabhaga, kemarin (8/7) malam WIB.
Terkait selalu bermainnya Cahya, pelatih timnas Indonesia U-19 Shin Tae-yong angkat bicara. Ia sengaja mengambil langkah tersebut karena punya alasan khusus.
"Antisipasi fisik untuk laga berikutnya jadi hampir semua starting diganti, jadi semua pemain yang dapat main untuk hari ini sangat bekerja keras, saya ucapkan terima kasih. Memang hari ini [kemarin] saya ubah starter sengaja untuk antisipasi laga berikutnya agar fisik tidak runtuh dan menurun," kata Tae-yong.
"Untuk posisi kiper memang posisi yang berbeda dengan gelandang, jadi pastinya akan meminimalisir pergantian kiper selama satu turnamen. Kiper berbeda. Penting performa selama turnamen jadi akan jarang sekali diganti posisi kiper," Tae-yong menambahkan.
Myanmar U-19 menjadi lawan terakhir yang dihadapi timnas Indonesia U-19 pada Grup A di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (10/7). Kemenangan wajib didapatkan Ronaldo Kwateh dan kawan-kawan untuk menjaga asa lolos ke semi-final.
Saat ini timnas Indonesia U-19 menduduki peringkat ketiga klasemen dengan raihan delapan poin. Vietnam U-19 berada di posisi pertama mengumpulkan 10 angka.
