Pemain naturalisasi Shayne Pattynama menegaskan dirinya ingin memperkuat timnas Indonesia bukan disebabkan faktor popularitas setelah jumlah pengikutnya di media sosial melonjak tujuh kali lipat, melainkan demi mendiang ayah.
Pattynama menjadi sensasi baru setelah memutuskan memilih menjadi warga negara Indonesia (WNI). Pattynama melakoni debutnya bersama tim nasional ketika dikalahkan Argentina 2-0 pada pertandingan persahabatan Juni lalu.
Pemain berusia 25 tahun ini mengungkapkan, sejak ia menjadi WNI, jumlah pengikutnya perlahan-lahan mengalami kenaikan. Namun menjelang tampil bersama timnas senior kontra Argentina, jumlah pengikut Pattynama sudah mencapai ratusan ribu.
Pattynama menyatakan, ia ingin memperkuat timnas senior setelah mendiang ayahnya selalu menceritakan tentang Indonesia, serta kultur di negara Asia Tenggara tersebut. Sementara ibu Pattynama berasal dari Belanda.
“Saat tersiar kabar saya akan main melawan Argentina, saya memiliki 5.000 pengikut di Instagram. Lalu selanjutnya 'ding, ding, ding', dari 5.000 menjadi 100 ribu, dan tiba-tiba saya punya 340 ribu [pengikut],” ungkap Pattynama sambil tersenyum.
“Banyak juga komentar di bawah foto yang saya unggah. Tapi saking banyaknya, sampai-sampai saya tidak sempat membaca semuanya.”
“Sayangnya, ayah saya meninggal dunia tujuh tahun lalu. Dia telah mengajari saya segalanya tentang budaya Indonesia. Betapa pentingnya keluarga, bersikap ramah. Jadi saya tidak berpikir tentang pengikut Instagram yang bisa membuat saya mendapatkan sponsor dan hal lainnya ketika bermain untuk Indonesia. Bagi saya, ini bersifat emosional.”
“Saya berharap ayah saya ada di sana (stadion) untuk melihat saya bermain melawan Argentina. Tapi saya merasa dia hadir di awan. Dia ada di sana menatap saya, serta tersenyum dan bahagia. Itu adalah perasaan yang baik buat saya.”
Pattynama menambahkan, proses naturalisasinya tidak berjalan semudah yang ia bayangkan. Awalnya, Pattynama memperkirakan proses itu akan selesai dalam waktu tiga bulan.
“Agen saya menelepon, dan mengatakan mereka menginginkan saya di tim nasional Indonesia. Namun saya harus melalui sebuah proses. Jadi itu adalah proses yang panjang. Kami pikir itu akan memakan waktu tiga bulan, tapi butuh satu tahun dan tiga bulan sebelum saya mendapatkan paspor,” beber bek andalan klub Norwegia Viking FK tersebut.
“Tapi itu pantas untuk ditunggu. Karena saya melakukan debut melawan Argentina pada bulan Juni, dan bermain di depan 80 ribu penonton. Itu adalah debut yang fantastis. Saya bertemu Presiden RI dan fans sungguh gila. Saya merasa seperti [Cristiano] Ronaldo, mengingat perhatian yang saya dapatkan setelahnya.”
