Seto Nurdiyantara - PSS SlemanAbi Yazid / Goal

Seto Nurdiyantoro Resmi Bertahan Di PSIM Jogja Karena 'Suara Hati'

PSIM Jogja telah resmi mempertahankan Seto Nurdiyantoro sebagai pelatih mereka, setelah petinggi klub melakukan pertemuan dengan mantan pelatih PSS Sleman itu pada Senin (22/2) malam.

Seto mulai bereuni dengan PSIM pada musim 2020, namun petualangan keduanya tidak berjalan tuntas karena kompetisi dihentikan sebagai akibat dari pandemi virus corona yang melanda Indonesia.

Bambang Susanto sebagai CEO PSIM mengatakan bahwa pembicaraan dengan Seto sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, untuk memantapkan komitmen dan persiapan menyambut Liga 2 2021.

Pilihan tetap kepada Seto, karena mantan penggawa timnas Indonesia itu dinilai sebagai figur yang paling cocok menukangi Laskar Mataram, apalagi pada musim lalu kerja sama antara Seto dan PSIM belum tuntas.

"Kami senang memastikan bahwa Coach Seto tetap bersama PSIM untuk musim 2021 ini, karena dalam pertimbangan manajemen, beliau masih menjadi pilihan utama," ungkap Bambang dikutip laman resmi klub.

"Harapan kami, PSIM dan Coach Seto bisa mencapai hasil terbaik musim ini, meneruskan apa yang belum tuntas di tahun sebelumnya. Perjalanan dimulai lagi, semoga bisa sesuai dengan harapan dan doa kita semua, bahwa ini yang terbaik untuk PSIM,” sambung dia.

PSIM YogyakartaBondan Prakoso

Bagi Seto, pilihan untuk berkomitmen dengan PSIM sebenarnya tidak mudah, karena pemegang lisensi AFC Pro ini mendapat tawaran dari sederet klub, baik Liga 1 dan Liga 2. Namun, panggilan hati membuatnya tetap bertahan.

“Ini pilihan yang sulit sebenarnya, tapi karena ini suara hati dari dalam, dan karena niat yang baik, saya pilih PSIM. Jadi harapannya kita sama-sama berjuang untuk semua yang terlibat di sana, baik dari manajemen mau pun yang ada di dalam tim lapangan, kita harus berjuang bersama,” kata Seto.

Ia berharap, kinerja dari segala pihak bisa membawa tim ini mencapai target pada musim 2021. “Karena ini sebuah tim, bukan saya secara individu. Yang utama juga untuk suporter, artinya saya minta doa dan restunya, karena dari doanya, biarlah Tuhan yang bekerja,” tutup Seto.

Sederet klub yang diketahui sempat menaruh perhatian kepada Seto antara lain Sriwijaya FC, Persija Jakarta, hingga Dewa United yang sebelumnya bernama Martapura FC. Persija disebut mencari arsitek baru, meski sudah memiliki Sudirman, sementara Sriwijaya memang sudah pisah dengan Budiardjo Thalib.

Pada musim 2020 sebelum kompetisi dihentikan, debut resmi Seto di PSIM berujung kekalahan dari Sriwijaya, dengan skor 2-1. PSIM baru menjalani satu laga pada musim tersebut, karena kompetisi keburu diberhentikan.

Seto Nurdiantoro - PSIMAurelius Balakosa
Iklan
0