Masa depan Lionel Messi di Barcelona tidak terancam karena adanya konflik internal di belakang layar Camp Nou, kata pelatih Quique Setien.
Di tengah ketidakpastian LaLiga yang terhenti tanpa batas waktu akibat pandemi virus corona, direksi Blaugrana mengalami perpecahan yang berlangsung sejak beberapa pekan terakhir.
Enam anggota dewan klub mengundurkan diri, memberi tekanan lebih besar kepada presiden Josep Maria Bartomeu yang kini akan menghadapi tuntutan hukum dari eks wakil presiden, Emili Rousaud.
Sebelum Rosaud menuduh ada tindak korupsi yang nyata di Barcelona, ada pula serangan dari calon presiden Victor Font dengan mengatakan klub berpotensi bangkrut apabila rezim Bartomeu terus bertahan.
Messi sendiri sempat terlibat konflik dengan direksi klub soal pemotongan di tengah krisis COVID-19, menegaskan dirinya dan rekan-rekannya sama sekali tidak pernah merasa keberatan untuk melakukan itu.
Kisruh itu sempat mengguncang masa depan Messi, yang memunculkan rumor ketertarikan Inter Milan untuk memboyongnya, meski akhirnya dibantah oleh sang megabintang Argentina.
"Itu hal-hal normal yang terjadi di klub-klub besar," kata Setien kepada TV3. "Mungkin hal yang menyedihkan adalah krisis ini diungkapkan ke media."
"Akan lebih baik untuk bekerja di lingkungan yang lebih tenang, tapi memang segalanya seperti itu."
"Saya tidak berpikir apa yang terjadi membuat pemain seperti Messi memikirkan kembali apakah bertahan atau tidak di klub. Saya yakin ia akan mengakhiri kariernya di Camp Nou.


