Matteo Guendouzi mengonfirmasi dirinya akan meninggalkan Arsenal setelah tiga tahun di Emirates Stadium.
Gelandang asal Prancis itu bergabung ke Arsenal dari Lorient pada 2018 dan ia tampil 82 kali untuk klub di berbagai ajang kompetisi.
Setelah dipinjamkan ke Hertha Berlin pada musim 2020/21, Guendouzi kini akan mencari klub baru, dengan Marseille disebut-sebut melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan pemain berusia 22 tahun itu.
"Saya tidak akan pernah melupakan Emirates Stadium. Saya tidak akan pernah melupakan para fans. Saya tidak akan melupakan kota ini. Saya tidak akan pernah melupakan semua yang telah saya lalui di sini. Saya tidak akan pernah melupakan bahwa satu-satunya keinginan saya adalah bertahan dengan warga kebanggaan Arsenal," ujar Guendouzi ketika mengonfirmasi kepergiannya dari Arsenal di Twitter.
"Terima kasih kepada semua orang yang mempercayai saya selama saya ada di sini, selama momen-momen baik dan buruk. Saya hanya bisa mengharapkan yang terbaik untuk klub dan para fans yang pantas mendapatkan banyak hal, percayalah pada saya!"
"Selamat tinggal Arsenal, saya tidak akan pernah melupakan dan akan selamanya menjadi gooner."
Guendouzi menyebut mantan rekannya, Mesut ozil, sebagai pemain terbaik Jerman dan ia menyebut sang gelandang seperti "saudara" baginya.
Guendouzi mengatakan bahwa Ozil membantu dirinya beradaptasi dengan kehidupan di London utara setelah kedatangannya dari Lorient.
Ozil pensiun dari pertandingan internasional setelah Piala Dunia 2018, dan pemain berusia 32 tahun itu kemudian meninggalkan Arsenal untuk bergabung ke Fenerbahce pada Januari setelah tidak mendapat tempat di dalam skuad Mikel Arteta.
Ketika ditanya siapa pesepakbola idolanya, Guendouzi mengatakan kepada Bild: "Mesut Ozil adalah panutan dan saudara yang hebat bagi saya."
"Mesut memiliki keterampilan bola yang luar biasa, misalnya dia bisa memainkan operan yang menakjubkan. Bagi saya, Ozil jelas merupakan pemain terbaik Jerman. Ia adalah salah satu nomor 10 terbaik dalam sejarah sepakbola Jerman."


