Mantan direktur Inter Milan, Marco Branca menegaskan bahwa para suporter klub harus siap untuk melihat "penjualan menyakitkan" lainnya setelah Romelu Lukaku semakin dekat dengan kepindahan ke Chelsea.
Mural bergambar Lukaku di dekat Giuseppe Meazza dirusak dan sebuah pesan ditulis oleh ultras Inter yang mengeluhkan bahwa sang striker tunduk kepada "uang" dengan menyetujui transfer €115 juta ke klub raksasa Liga Primer Inggris.
Nerazzurri memutuskan untuk menerima tawaran mewah dari Chelsea itu karena mereka memang membutuhkan tambahan pemasukan agar bisa keluar dari krisis finansial yang menghampiri mereka di tengah pandemi COVID-19.
Lukaku akan menjadi penjualan besar kedua Inter pada musim panas ini setelah melepas Achraf Hakimi ke Paris Saint-Germain dengan banderol mencapai €71 juta dan bukan tidak mungkin akan disusul dengan penjualan nama-nama besar lainnya.
"Saya pikir perlu ada langkah maju dari suporter. Mereka harus siap untuk penjualan-penjualan menyakitkan, karena memang bisa terjadi, dan dalam situasi ini saya tidak melihat adanya jalan keluar," kata Branca kepada Radio Sportiva.
"Mungkin ini bisa menjadi kesempatan bagi para suporter untuk terus menyemangati Inter terlepas dari situasinya, terlebih sekarang memang ada begitu banyak kesulitan."
Branca mengklaim dirinya paham betul yang dirasakan oleh jajaran petinggi Inter saat ini, khususnya Piero Ausilio dan Beppe Marotta yang bekerja di tengah perjuangan Suning Group yang mati-matian ingin menyeimbangkan finansial klub.
"Saya juga mengalami perubahan arah yang total [di Inter], pada dasarnya hal terburuk yang saya rasakan dalam pekerjaan ini adalah tidak punya pilihan, dan itulah yang dirasakan Inter sekarang," lanjutnya.
"Di sisi lain, kita telah melihat di Euro bahwa semangat dan dukungan untuk Italia itu penting artinya dan saya berharap Inter bisa meniru sikap itu untuk menjaga tim tetap kompetitif."


