Turnamen Cincinnati Masters 1000 yang dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 23 Agustus mendatang mendapat pukulan telak dengan pengumuman petenis Italia, Jannik Sinner, yang menempati peringkat pertama dunia, bahwa ia mengundurkan diri dari kompetisi akibat cedera lutut. Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kesiapannya menghadapi Amerika Serikat Terbuka yang akan dimulai pada akhir bulan ini.
Berdasarkan pernyataan pers yang dikeluarkan oleh panitia turnamen pada hari Minggu, Sinner terpaksa mundur dari turnamen persiapan terakhir sebelum turnamen Grand Slam pamungkas musim ini. Keputusan tersebut datang hanya beberapa hari setelah rivalnya asal Spanyol, Carlos Alcaraz, mengundurkan diri dari kompetisi yang sama, sehingga membuat para penggemar kehilangan kesempatan menyaksikan dua bintang tenis dunia di Ohio.
Ini merupakan pengunduran diri kedua secara beruntun bagi pemain Italia tersebut setelah absennya dari turnamen Montreal pekan ini, di mana ia belum memainkan satu pertandingan pun sejak meraih gelar keduanya di turnamen Wimbledon pada 12 Juli lalu. Ini berarti ia akan tiba di Amerika Serikat Terbuka yang dimulai pada 30 Agustus tanpa memainkan satu pertandingan pun di lapangan keras selama masa persiapan.
Sinner sebelumnya meraih gelar Cincinnati pada tahun 2024, namun ia akan absen mempertahankan gelarnya untuk kedua kalinya secara beruntun di turnamen Masters 1000, meski memiliki dominasi mutlak atas kategori turnamen ini belakangan ini, di mana ia memenangi 5 gelar beruntun musim ini yang meliputi Indian Wells, Miami, Monte Carlo, Madrid, dan Roma, ditambah gelar Paris pada akhir tahun lalu.
Namun pemain Italia berusia 25 tahun itu lebih memilih untuk sangat berhati-hati terkait cedera lututnya, di saat Amerika Serikat Terbuka dianggap sebagai prioritas utamanya sebagai turnamen besar terakhir di penghujung musim panas ini, terutama setelah ia meraih gelar pada edisi lalu tahun 2024 dalam catatan luar biasanya yang mencakup lima gelar Grand Slam.
Cedera ini mengingatkan kembali pada penderitaan Sinner dalam rangkaian turnamen Amerika tahun lalu, di mana ia menjalani kompetisi yang berat secara fisik yang menyebabkan pengunduran dirinya dari pertandingan final turnamen Cincinnati melawan rivalnya asal Spanyol, Carlos Alcaraz, sebelum ia kembali kalah dari petenis yang sama di final Amerika Serikat Terbuka, dalam pengalaman pahit yang berusaha ia hindari agar tidak terulang musim ini.
Absennya Sinner dan Alcaraz secara bersamaan dari turnamen Cincinnati merupakan kerugian besar bagi kompetisi, mengingat turnamen ini diharapkan menyaksikan duel-duel panas antara bintang-bintang tenis dunia terkemuka beberapa pekan sebelum dimulainya musim lapangan keras Amerika yang berpuncak pada turnamen Flushing Meadows yang terkenal.
