Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Jose MourinhoGetty Images

Diterjemahkan oleh

Setelah gagalnya transfer Rodri, "prajurit rahasia Mourinho" muncul di Bernabeu

Bisa jadi ia memenangi sebuah gelar persahabatan, tetapi hal itu tak mampu menutupi kelemahan taktis yang akan menghantui tim sepanjang musim. Itulah kesimpulan yang ditarik para analis setelah kemenangan sulit Real Madrid di Piala Teresa Herrera.

Menurut apa yang diungkapkan dua jurnalis, Antonio Romero dan Tomas Roncero, dalam program mereka di radio SER Deportivos, kemenangan yang diraih tim dengan susunan pemain utama lengkapnya di bawah komando Jose Mourinho pada periode keduanya melawan Deportivo La Coruna di Riazor, tidak berhasil menutupi titik lemah utama yang semakin tampak jelas selama masa persiapan.

Romero menjelaskan bahwa menganalisis laga-laga pramusim adalah hal yang rumit, dan bahwa Real Madrid baru mencapai 20 hingga 30% dari potensinya, tetapi ia menegaskan: "Real Madrid masih merasa kekurangan seorang pengatur serangan di lini tengah. Mereka memiliki tim bertahan yang hebat dan kekuatan menyerang yang hampir tak terkalahkan, tetapi ada ruang untuk perbaikan di lini tengah."

Di sisi lain, Roncero memperingatkan bahaya sikap lengah setelah gagalnya kesepakatan dengan Rodri Hernandez, seraya berkata: "Jika kamu ingin merekrut Rodri tetapi tidak melakukannya, itu berarti kamu harus menutupi kekosongan ini. Jika pada akhirnya kamu tidak merekrutnya, kamu akan merasakan kekurangan ini sepanjang musim," seraya menunjukkan bahwa klub tidak bisa lagi berdalih bahwa hal itu tidak penting.

Di tengah kekurangan ini, Romero mengajukan sebuah solusi yang ia sebut sebagai "metode Mourinho", seraya menegaskan: "Jika ada pelatih di dunia yang mampu melewati lini tengah untuk membangun tim pemenang, itu kemungkinan besar adalah Mourinho. Namun, tak perlu mencari terlalu jauh untuk melihat bahwa tim Real Madrid tersukses dalam sejarah memuat Casemiro, Kroos, dan Modric."

Romero mengungkap nama yang dijagokan untuk memerankan peran pengorbanan ini, seraya menambahkan: "Berdasarkan apa yang saya lihat di La Coruna dan apa yang saya saksikan darinya di City serta pengalamannya, saya rasa Bernardo Silva akan menerima pengorbanan ini."

Ia menambahkan: "Ia bisa menjadi prajurit bagi Mourinho, dan jika ia diminta bermain di samping Tchouameni serta memberikan sedikit dukungan, ia sedikit mengingatkan saya pada Modric," seraya pada saat yang sama mengesampingkan opsi-opsi seperti Camavinga, Arda Guler, Bellingham, dan Valverde.

Romero membahas para pemain anyar, sembari meminta para pendukung Real Madrid untuk bersabar terhadap Yan Diomande yang belum genap berusia dua puluh tahun, dan menegaskan bahwa Real Madrid adalah tugas raksasa yang berbeda dari bermain bagus selama lima menit bersama Leganes.

Ia mengakhiri pembicaraannya dengan memuji bek Cucurella, seraya berkata: "Diomande menarik banyak perhatian, tetapi pemain yang ingin dilihat semua orang berlari di sisi sayap Bernabeu adalah Cucurella. Ia termasuk jenis pesepak bola yang harus kamu sukai. Sejak Marcelo dan Roberto Carlos, kami memiliki perasaan di Bernabeu bahwa kami akan bisa menikmati seorang bek kiri vertikal."

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google