Manajer Manchester United Erik ten Hag mengaku harus memutar otak untuk menemukan resep jitu guna menghindari Newcastle United membuang banyak waktu saat kedua tim bertemu di final Piala Liga, Minggu (26/2) malam WIB, di Stadion Wembley.
Piala Liga menjadi trofi pertama yang diburu United pada musim ini setelah mereka mengalami paceklik gelar selama enam musim. Sedangkan Newcastle terakhir kali menembus final di ajang piala adalah pada tahun 1999.
Ten Hag menilai duel nanti akan berlangsung pelik. Juru taktik asal Belanda tersebut berkaca dari pertemuan kedua tim di Stadion Old Trafford pada pertengahan Oktober lalu. Saat itu United dipaksa bermain imbang tanpa gol.
Ten Hag merasa jengkel dengan cara bermain Newcastle yang sering membuang waktu, terutama penjaga gawang Nick Pope. Ia memperkirakan performa serupa akan diperlihatkan The Magpies pada pertandingan lusa.
“Ini adalah tim hebat dengan filosofi yang jelas tentang bagaimana mereka ingin memainkan permainan. Kata kuncinya adalah intensitas. Mereka melakukannya dengan sangat baik, mereka adalah tim yang menjengkelkan,” cetus Ten Hag dalam keterangannya kepada wartawan dikutip laman Manchester Evening News.
“Jika Anda melihat dari FA, wasit ingin memainkan waktu yang efektif. Mereka [Newcastle] memiliki yang terendah di liga, dan mereka cukup sukses dengan itu. Semua bergantung kepada kami untuk mendapatkan kecepatan, dan juga kemudian bergantung pada wasit.”
“Kami harus menemukan cara untuk menang. Mereka akan mencoba mengganggu Anda. Kami harus memastikan kami memainkan gaya bermain kami, dan fokus kepada gim kami.”
Namun Ten Hag bisa sedikit tersenyum, karena Pope akan absen di pertandingan ini akibat kartu merah yang diperolehnya ketika dikalahkan Liverpool 2-0. Dengan demikian, Loris Karius berada di bawah mistar, mengingat Martin Dubravka terikat perjanjian dalam kontrak peminjaman dari United.
Terlepas dari itu, Ten Hag tidak ingin terpengaruh. Menurutnya, pemain harus bisa fokus di atas lapangan demi mengangkat trofi pertama musim ini.




