Menjadi juara bukan soal penegasan meraih kemenangan dengan kemenangan empat atau lima gol di hari libur yang sempurna.
Menjadi juara juga bukan soal bertarung dengan para elit dan meraih kemenangan.
Gelar juara dibangun melalui situasi yang tidak ideal seperti bepergian ke area Basque di bawah guyuran hujan deras dan jadwal pertandingan 'kepagian'. Untuk menambah derita, lawan yang dihadapi tampil dibawah dukungan hebat dari tribune dan sungguh keras kepala!
Kemarin, Real Madrid tampil lebih awal di Mendizorroza, selamat dari ancaman dan pulang dengan tiga poin berkat kemenangan 2-1 atas Alaves.
Kemenangan tersebut mengangkat El Real ke puncak klasemen sekaligus menambah tekanan pada Barcelona yang akan bermain di Wanda Metroplitano dini hari nanti. Tidak berhenti di situ, kemenangan yang diraih dengan susah payah tersebut bisa juga diisyaratkan jika pasukan Zinedine Zidane memang harus diwaspadai pada musim ini.
Madrid memberi bukti, keberhasilan mereka memperbaiki performa musim ini bukan kebetulan belaka.
GettyTim ini punya kemampuan mengoyak benteng pertahanan lawan, tampil habis-habisan sekaligus keras ketika dibutuhkan. Jelas, ini bukan Madrid yang kita lihat pada musim lalu ketika mereka kehilangan keberanian untuk bertarung saat membutuhkan poin krusial.
"Pertandingan seperti ini yang kami gemari. Di bawah cuaca dingin namun berlangsung keras," ujar Marcelo setelah pertandingan.
Kapten Sergio Ramos membakar semangat tim di hadapan Alaves meski dia juga tampil dengan dua wajah. Mencetak gol pembuka lalu memberi kesempatan pada lawan menyamakan kedudukan.
Babak pertama berjalan datar dan sepertinya strategi Alaves berjalan mulus. Tuan rumah tampil kompak dan disipilin di belakang hingga Madrid kesulitan mencari celah. Di waktu bersamaan mereka mengintip peluang untuk memukul balik.
Pada satu kesempatan mereka punya kans membuka keunggulan namun mantan winger Barcelona Aleix Vidal dinyatakan melakukan diving dan mendapat kartu kuning ketika Eder Militao mengganggunya di area terlarang.
Vidal tampak tidak percaya ketika melihat wasit mengeluarkan kartu kuning dan bukannya menunjuk titik putih.
Captura TVAksi Gareth Bale yang melanjutkan 'rehabilitasi' dengan menjadi starter untuk pertama kali sejak kasus 'bendera', digagalkan tiang gawang tetapi momen itu hanyalah salah satu dari sedikit peluang yang tercipta di babak pertama.
Momen kualitas pada akhirnya terlihat di babak kedua, tendangan bebas akurat Toni Kroos disempurnakan Ramos pada menit 52.
Kurang dari seperempat jam kemudian Alaves menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti Lucas Perez setelah sikut Ramos dengan jitu menghantam wajah Joselu.
Sebenarnya tindakan itu tidak perlu dilakukan mengingat dia telah memenangkan duel.
Pemain bertahan timnas Spanyol ini pernah merasa hukuman demi hukuman yang diterimanya di tengah lapangan tidak adil tetapi momen tadi jadi contoh sempurna mengapa dia telah mengoleksi 25 kartu merah.
GettyKemenangan pada akhirnya diraih Madrid berkat gol Dani Carvajal yang memanfaatkan sundulan Isco yang terlebih dahulu mengenai kiper dan mistar gawang.
Seru dan menegangkan, itulah yang terjadi ketika dua tim tampil baik dan mengerahkan segenap kemampuan untuk saling mengalahkan di atas lapangan.
Jelang bubaran pertandingan Alaves menekan, memaksa Madrid menghadapi lima tendangan sudut beruntun namun tim tamu mampu mengamankan daerahnya, mereka menolak untuk menyerahkan tiga poin berharga yang sudah ada di depan mata.
Cuaca memang dingin di Vitoria-Gasteiz, namun Madrid bergerak lagi ke ibu kota dengan perasaan hangat dan merasakan lagi nikmatinya berada di puncak klasemen.
Sekarang giliran Barcelona menjawab...
