Kondisi direktur utama PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Marco Gracia Paulo, belum stabil. Ia kini sedang menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit, di Bandung.
Marco, tiba-tiba tak sadarkan diri ketika mediasi dengan suporter PSS di Bandung, Minggu (3/10). Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Berdasarkan pemeriksaan EKG (Elektrokardiogram), Marco terkena serangan jantung. Hal ini merupakan kali ketiga yang dialami eks CEO Badak Lampung tersebut.
“Perlu observasi lanjutan karena kondisi beliau yang masih belum stabil, naik turun khususnya di bagian jantung. Itu membutuhkan penanganan intensif lebih lanjut,” kata Kepala Departemen Medis PSS Sleman, Elwizan Aminuddin, dikutip laman resmi klub.
Amin menjelaskan sebetulnya kondisi Marco, sedang tidak fit saat bertemu dengan suporter PSS. Akan tetapi, ia memaksakan diri untuk hadir dalam agenda tersebut.
Official Persebaya“Hasil saturasi oksigen rendah. Hasil pemeriksaan lab dan gula dalam tubuh rendah yaitu 70mg/dl. Sangat rendah untuk ukuran orang normal, untuk lakukan aktivitas ringan pun ada risiko pingsan karena tak bertenaga,” ucapnya.
Maksud dari pertemuan tersebut untuk membahas tuntutan yang dilakukan pendukung PSS. Adapun yang diminta para suporter Super Elang Jawa itu yakni memecat pelatih Dejan Antonic, dan pemain Arthur Irawan.
Selain itu, suporter PSS juga masih tersinggung dengan ucapan Marco, yang menyebut bakal memindahkan PSS bila Dejan dipecat. Meski, pada akhirnya ia meminta maaf dan memastikan klub tersebut tidak pindah.
Saat ini PSS menduduki posisi ke-15 klasemen Liga 1 2021/22. Dari enam pertandingan yang dimainkan, Bagus Nirwanto dan kawan-kawan hanya mampu meraih lima poin.
