Zenit St Petersburg menunjukkan reaksi marah setelah bintang mereka, Aleksandr Kokorin terlibat dalam baku hantam di sebuah kafe.
Sang pemain berusia 27 tahun terekam kamera CCTV menyerang seorang pria dengan sebuah kursi dalam kafe yang berada di Moskwa.
Pavel Mamaev, penggawa Krasnodar, yang beraksi lawan Zenit di St Petersburg, Minggu (7/10) kemarin, juga dilaporkan ikut ambil bagian dalam keributan tersebut.
Pria yang menjadi sasaran serangan diketahui bernama Denis Pak, merupakan seorang pejabat dari Kementrian Industri dan Perdagangan Rusia. Selain itu, Sergey Gaysin, CEO Badan Penelitian Pusat Federasi Rusia, juga disebut menjadi korban serangan.
Zenit lantas mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk insiden tersebut dan mengonfirmasi telah berkomunikasi dengan otoritas keamanan Rusia soal kemungkinan menempuh jalur hukum.
"Mengenai kejadian di Moskwa yang melibatkan Aleksandr Kokorin, kami benar-benar mengutuk aksi dari semua pihak yang terlibat," bunyi rilis resmi klub.
"Itu memicu kemarahan di klub kami dan kami tengah menantikan penilaian legal dari otoritas terkait, tapi dari pandangan pribadi, tindakan semacam itu benar-benar mengejutkan."
"Kami sekarang menimbang hukuman apa yang akan dijatuhkan klub kepada pemain dan akan segera ditentukan dalam waktu dekat. Untuk saat ini, klub dan suporter sangat kecewa dengan sikap tak terpuji yang ditunjukkan salah satu dari pesepakbola penuh talenta di negeri ini."
Reaksi yang ditunjukkan Krasnodar justru lebih keras, mereka mempertimbangkan untuk memutus kontrak Mamaev.
"Apa yang kami lihat di video benar-benar memalukan. Dan tak ada alasan lagi untuk itu," tulis klub. "Hal pertama yang bisa kami lakukan adalah menerapkan segala kemungkinan sanksi yang tertuang pada kontrak. Kami akan menerapkan hukuman maksimal pada pemain dan mencopotnya dari aktivitas latihan tim utama."
"Untuk saat ini, kami tengah memelajari bagaimana caranya memutus kontrak seorang pemain. Sayangnya, kontrak didesain sedemikian rupa untuk melindungi pemain semaksimal mungkin. Tapi kami akan melakukan segalanya demi mencapainya."
Pihak Kementrian Industri dan Perdagangan Rusia juga melancarkan investigasi tersendiri, dengan laporan Russia Today melaporkan Tuan Pak saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

