Sevilla baru saja merasakan apa yang dideskripsikan pelatih mereka, Julen Loptegui, sperti "meminum racun" setelah tereliminasi oleh Barcelona di semi-final Copa del Rey.
Satu langkah Sevilla sebetulnya sudah berada di final Copa del Rey berkat kemenangan 2-0 di leg pertama. Namun, Barcelona bangkit secara dramatis dalam leg kedua yang digelar di Camp Nou, Kamis (4/3) dini hari WIB.
Ousmane Dembele membuka keunggulan di awal pertandingan, tapi Barca kesulitan mencetak gol kedua setelahnya. Saat itulah Sevilla mendapatkan kesempatan untuk memperlebar keunggulan karena mendapat penalti di babak kedua. Sayang, Lucas Ocampos gagal mengeksekusi penalti krusial ini.
Tepat sebelum waktu normal berakhir, Gerard Pique mencetak gol kedua Barcelona untuk memaksakan skor agregat menjadi 2-2. Blaugrana kemudian mengunci kelolosan ke final lewat gol Martin Braithwaite di babak perpanjangan waktu.
Seusai laga, Lopetegui dan Joan Jordan mengungkapkan rasa kecewanya setelah kekalahan yang sangat menyakitkan tersebut.
"Kami mengalami perasaan paling remuk dalam sepakbola karena kebobolan gol di menit terakhir," kata Julen Lopetegui.
"Kami harus merasakan kepahitan ini, gagal lolos ke final, padahal kami telah berjuang habis-habisan sampai akhir pertandingan. Kami harus meminum racun ini," imbuhnya.
Joan Jordan turut mengampilifikasi suara pelatihnya itu dan meminta maaf kepada fans Sevilla.
"Kami benar-benar tersakiti. Kami merasa sangat tidak enak kepada semua fans Sevilla. Kami seharusnya bisa menang lewat penalti," kata Jordan.
Kini, setelah eliminasi menyakitkan di Copa del Rey ini, Sevilla harus bisa menyusun kembali motivasi mereka untuk fokus pada tantangan berikutnya.
Lopetegui dan pasukannya tertinggal sepuluh poin dari Atletico Madrid di La Liga Spanyol. Mereka juga masih berjuang mengatasi defisit 3-2 dari Borussia Dortmund di babak 16 besar Liga Champions.




