Di tengah riuhnya media digital masa kini yang warna-warni dan serbacepat dalam menyambut gegap gempita Piala Dunia, goresan arang hiam-putih dari tangan Galih Satrio Pinandito terasa menyegarkan.
Itulah yang GOAL Indonesia rasakan saat mengunjungi "11+1", pameran tunggal karya Galih Satrio, yang berlangsung pada 26 November hingga 4 Desember 2022 di Garasi Tirtodipuran 17, Yogyakarta.
Galih merupakan perupaasal Semarang yang menggandrungi sepakbola dan mengekspresikan kecintaanya itu lewat desain grafis, ilustrasi, dan lukisan. Karya-karya digitalnya sudah diakui dan dipakai oleh klien-klien top dunia seperti Paris Saint-Germain, Juventus, Chelsea, dan Premier League.
Namun, ia mencoba sesuatu yang berbeda untuk menyongsong Piala Dunia 2022 sekaligus untuk menandai pameran tunggal perdananya. Lewat kanvas putih bersih, Galih menggambar 12 momen ikonik Piala Dunia memakai arang hitam. Ia juga mengajak 12 penulis yang pernah berkolaborasi dengannya untuk menuliskan deskripsi lukisan.
"Saya merasa jenuh menggambar lewat media digital. Kanvas putih dan arang ini adalah pelarian saya," tutur Galih.
GOAL Indonesia
GOAL Indonesia
Hal ini juga tertuang dalam rilis persnya: "Galih mencoba lebih menyederhanakan ekspresi visualnya dengan
balutan monokrom. Seolah dia mau menukik lebih ke substansi dan kekuatannya.
Galih ingin mengajak orang untuk lebih fokus pada hal yang tampak sederhana.
Kesederhanaan yang elegan."
Kegagalan penalti Roberto Baggio di final Piala Dunia 1994, misalnya, Galih mengaplikasikan lebih banyak arang ke dalam kanvasnya ketimbang ilustrasi lain untuk menggambarkan memori tergelap bagi Sang Divine Ponytail dan juga bagi timnas Italia.
Tidak semua lukisan Galih bernuansa monokrom. Goresan kuas biru -- yang jadi satu-satunya warna yang muncul di pameran ini -- tertuang pada satu lukisan terbesar di galeri, yakni "Goal of the Century", untuk menunjukkan betapa spesialnya magi Diego Maradona di 1986.
Lewat "11+1", Galih mengajak audiens untuk lebih menyelami lebih dalam tentang permainan indah ini, karena sepakbola lebih dari sekadar perjuangan 11 orang untuk mengejar gol, tapi juga ada satu faktor lain yang membuat kecintaan kita terhadapnya terasa sempurna.
