Roberto Gagliardini Stefano Pioli Mauro Icardi Inter Chievo Serie AGetty Images

Semoga Nasib Djadjang Nurdjaman Tak Seperti Stefano Pioli Di Inter


OLEH   MUHAMMAD RIDWAN

Seorang pria berkumis lebat meratapi kekalahan dua gol yang baru saja menimpa timnya di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu 4 Juni 2017. Ia seperti limbung tanpa arah karena derasnya desakan mundur dari suporter yang begitu fanatik terhadap klub yang dilatihnya.

Rasa bersalah akibat raihan negatif yang menimpa Persib Bandung di Liga 1, terus berkecamuk dalam diri Djadjang Nurdjaman. Bobotoh yang awalnya begitu memujanya kini berubah jadi mencacinya. Dunia pun seolah berhenti putar.

Asal mula Bobotoh kesal terjadi ketika Persib ditahan Semen Padang tanpa gol dan Borneo FC 2-2. Teriakan Djadjang mundur mulai menyeruak ke permukaan melalui media sosial, hingga jadi sorotan publik nasional.

Seperti ogah bangkit dari keterpurukan, Persib malah terjungkal ketika melawat ke kandang Bali United 1-0. Walau itu merupakan kekalahan perdana yang dialami Pangeran Biru pada kompetisi musim ini. Tapi Bobotoh tetap tidak dapat menerima dengan besar hati.

Kondisi itu diperparah ketika Persib tertinggal dua gol saat bertandang ke markas Bhayangkara FC. Bobotoh yang dikenal begitu santun dengan klub kesayangannya tersebut, hingga menginvasi ke lapangan ketika laga menyisakan enam menit lagi.

SIMAK JUGA: Djadjang Nurdjaman: Performa Persib Bandung Jauh Di Bawah Harapan

Aksi ekstrem ini merupakan bentuk protes yang dilakukan para Bobotoh. Mereka merasa sangat geram dengan performa yang ditampilkan Atep Rizal dan kawan-kawan karena bertanding dibawah ekspetasi.

Tak kuasa dengan gelombang besar yang menimpanya, Djanur -sapaan Djadjang- memutuskan meletakkan jabatannya. Ia pun sudah berpamitan kepada pemain dan manajemen Persib di dalam ruang ganti pemain, usai takluk 2-0 dari Bhayangkara FC. 

Bulir bening air mata pun berjatuhan sesaat setelah Djanur mengucapkan salam perpisahannya. Para pemain tak rela pria asal Majalengka tersebut meninggalkan tim yang sudah dibangunnya ini.

Manajemen tak gegabah menyetujui permintaannya. Meski sempat hilang beberapa hari dalam latihan Persib, Djanur akhirnya menunjukkan batang hidungnya. Ia pun berjanji akan bersikap profesional sampai manajemen membuat keputusan tentang masa depannya.

Djanur tetap memegang komando ketika Persib mengalahkan Persiba Balikpapan susah payah dengan skor 1-0, pada pekan sepuluh. Akan tetapi, kemenangan tersebut terasa hampa layaknya hubungan percintaan yang tak saling percaya lagi, karena Bobotoh memilih memboikot laga itu.

Djadjang Nurdjaman - Persib BandungGoal/Pandu Persada

Hasil itu juga yang membuat hasrat Djanur buat pergi tak diijabat. Manajemen memutuskan untuk tetap memberi kepercayaan kepada mantan penggawa Mercu Buana Medan ini memegang kendali formasi permainan Maung Bandung. 

Ditolaknya pengunduran diri Djanur sama persis dengan kisah Stefano Pioli. Keinginan mantan juru kemudi Palermo itu meletakkan tonggak komando tak diperbolehkan oleh Inter Milan. 

Namun, Persib yang saja bangkit mesti ambruk lagi ketika melawat ke Banjarmasin. Pangeran Biru takluk 1-0 dari Barito Putera. Kekalahan ini buat Djanur tidak bisa menikmati jeda Idul Fitri karena harus memutar otak demi membuat pasukannya moncer lagi ketika Liga 1 kembali bergulir.

Permulaan yang indah buat Pioli

Rasa percaya Inter Milan sudah hilang terhadap Frank de Boer. Manajemen memutuskan mendepak mantan pemain Barcelona tersebut dari juru strategi. Padahal De Boer ketika itu baru melatih selama 84 hari.

Petaka buat Inter bersama De Boer sudah mulai terasa saat mereka ditaklukkan Chievo dua gol tanpa balas pada laga perdana Serie A. Kekalahan inilah yang menimbulkan tanda tanya apakah sanggup pria asal Belanda ini memegang tongkat komando Samir Handanovic dan kolega sampai akhir musim.

Partai berikutnya Inter menjamu Palermo. Di mana hasil yang didapatkan juga begitu mengecewakan, karena klub Italia pertama yang tiga gelar dalam satu musim itu hanya bermain imbang 1-1. 

Walau pada partai berikutnya Inter dapat meraih tiga kemenangan secara beruntun atas Pescara, Juventus, dan Empoli. Tapi, Nerazzurri jatuh lagi ke lubang nestapa, karena hanya bisa memetik satu angka dari empat pertandingan.

SIMAK JUGA: Inter Tolak Pengunduran Diri Stefano Pioli

Titik kesabaran manajemen akhirnya habis ketika Inter takluk 1-0 dari Sampdoria. De Boer pun didepak dengan cara yang terbilang tragis. Petinggi La Beneamata menggelar rapat darurat via aplikasi Skype untuk memutuskan perihal penghentian De Boer. 

Kekosongan posisi yang ditinggalkan De Boer tak berlangsung lama. Inter langsung menujuk Stefano Pioli jadi allenatore yang baru tepatnya pada 8 November 2017. Pioli diharapkan dapat membawa pasukannya finis di zona Liga Champions.

Tugas awal Pioli bisa dikatakan sukses. Pria asal Parma ini sukses membawa Inter menahan rival satu kotanya AC Milan dengan skor 2-2. Raihan satu poin ini melambungkan namanya ke langit untuk sementara waktu.

Roberto Gagliardini Stefano Pioli Mauro Icardi Inter Chievo Serie AGetty Images

Kegeniusan Pioli dalam meramu strategi kembali ditunjukkannya. Kali ini ia membawa Inter meraih kemenangan besar 4-2 atas Fiorentina. Namun, di laga selanjutnya Nerazurri takluk tiga gol tanpa balas dari Fiorentina. 

Rasa sakit dari kekalahan yang diterima dari Napoli tersebut membakar semangat juang Inter. Setelah itu, Antonio Candreva serta bak kerasukan roh halus dengan menyambet tujuh kemenangan secara beruntun di Liga Italia.

Pioli seperti tuhan yang disembah oleh umatnya berkat torehan tersebut. Namanya begitu harum hingga ke gang kecil kota Milan, dan tidak ada yang meragukan Inter bisa bermain di turnamen paling bergengsi di benua biru pada musim depan.

Hilangnya magis Pioli

Menghadapi Juventus pada awal Februari, Inter yang tengah dalam kepercayaan diri yang tinggi tak dapat berkutik. Klub peraih tujuh gelar Coppa Italia itu harus mengakui kehebat Si Nyonya Tua dengan skor 1-0. 

AS Roma menjadi klub kedua yang mengalahkan Inter diakhir bulan yang penuh cinta itu. Padahal, sebelum pertandingan tersebut digelar Inter berhasil dua kemenangan secara beruntun atas Empoli dan Bologna.

Periode terpuruk kembali hinggap di Maret. Walau sempat meraih dua kemenangan dengan angka yang fantastis yakni atas Cagliari 5-1, dan Atalanta 7-1, Inter harus puasa mendapatkan poin sempurna sampai awal Mei 2017.

Cercaan dan makian jadi santapan yang harus dinikmati Pioli setiap harinya. Suporter Inter yang awalnya begitu memujanya kini berubah 180 derajat. Mereka semua menuntut agar Pioli dapat segera pergi meninggalkan Stadion Giuseppe Meazza.

SIMAK JUGA: RESMI: Inter Pecat Stefano Pioli

Sadar dengan desakan dan anjloknya performa infanterinya, Pioli memutuskan mengundurkan diri dari pelatih Inter, selepas digebuk Fiorentina 5-4, pada akhir April. Namun, seperti Djanur dan Persib, keinginan Pioli tidak iyakan oleh manajemen Nerazurri.

Pria berusia 51 tahun ini tetap dipercaya jadi allenatore Inter. Akan tetapi dua kekalahan beruntun dari Napoli dan Genoa, membuka mata manajemen kalau Pioli, memang tidak layak lagi berada di tim ini.

Stefano Pioli Crotone Inter Serie A 04092017Getty Images

Posisi Pioli kemudian langsung digantikan oleh pelatih tim primavera, Stefano Vecchi, di tiga laga sisa musim ini. Dalam pertandingan tersebut Vecchi berhasil meraup enam poin yakni menang atas Udinese dan Lazio, serta takluk dari Sassuolo.

Semoga kisah pilu yang dialami Pioli dengan Inter tidak menimpa Djanur. Karena situasi yang menimpa kedua pelatih ini hampir mirip, begitu dipuja suporter kemudian dihina dan sempat mengundurkan diri tapi ditolak. Kini Luciano Spalletti sudah dipercaya jadi arsitek anyar La Beneamata.

Footer Goal Indonesia Instagram
Iklan
0