Bek Liverpool Trent Alexander-Arnold disarankan untuk mengurangi frekuensinya meningkatkan massa ototnya di pusat kebugaran, dan lebih sering berlatih di lapangan.
Alexander-Arnold merupakan salah satu pemain Liverpool yang sering mendapat kritikan pada musim ini. Hal itu disebabkan beberapa kali ia kewalahan dalam menghadapi pergerakan pemain sayap tim lawan.
Performa buruknya tidak hanya diperlihatkan di level klub, tapi juga di tim nasional Inggris. Pemain berusia 24 tahun itu pun mendapat kritikan, menyusul performanya di Piala Dunia 2022 lalu.
Akibatnya, Alexander-Arnold tidak masuk ke dalam skuad Inggris dalam pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2024 Maret lalu. Alexander-Arnold pun mengakui dirinya menghabiskan waktu istirahat di pusat kebugaran.
Mantan penyerang Inggris Darren Bent mengutarakan, Alexander-Arnold sebetulnya masih mempunyai kemampuan untuk memberikan umpan bagus, baik ketika sedang bertahan atau menyerang.
“Saya selalu melihat Trent, dan berpikir dia tetap luar biasa di sepakbola. Jangkauan umpannya masih ada, dia tidak akan kehilangan itu,” ungkap Bent dikutip laman TalkSPORT.
Hanya saja, perkembangan otot Alexander-Arnold justru membuat sang pemain kewalahan dalam menghadapi pergerakan pemain lawan, terutama di sektor sayap, sehingga lini pertahanan The Reds mudah ditembus.
“Seluruh fisiknya saat di lapangan, semakin cenderung ke arah penyerang. Satu hal yang biasa dia lakukan, meskipun tanggung jawabnya sebegai pemain bertahan telah dipertanyakan untuk sementara waktu sekarang, dia masih biasa melawan pemain sayap, dan setidaknya terlihat sedikit lebih sulit buat dia,” jelas Bent.
“Tetapi sekarang dia bahkan tidak melakukan itu lagi, sehingga hampir membiarkan pemain sayap [lawan] berputar, melewati dia, dan kemudian tiba-tiba dia menjadi kewalahan.”
“Jadi saya sependepat, apapun yang dilakukan sekarang, dia harus segera mengubahnya. Mungkin mengurangi frekuensi mengangkat beban di pusat kebugaran, dan lebih sering berada di lapangan.”
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)

