Prancis yang tampil menawan sepanjang Euro 2016 akan menghadapi tim 'buruk rupa mahal harganya' - Portugal di partai puncak Euro 2016 di Saint-Denis, Senin (11/7) dini hari WIB.
Pertemuan kedua tim di sebelah utara ibu kota Prancis nanti merupakan duel keempat di turnamen besar sepakbola dan dalam tiga kesempatan sebelumnya Selecao tidak pernah mengenyam kemenangan.
Pertemuan pertama terjadi pada semi-final Euro 1984 dan di laman UEFA duel mereka dianggap sebagai salah satu yang paling menegangkan dalam sejarah Euro.

Di 25 menit pertama pertandingan kedua tim bermain terbuka yang diwarnai sejumlah tekel keras salah satunya dilakukan Frasco pada Platini yang berujung gol perdana pertandingan oleh Jean-Francois Domergue pada menit 24.
Tertinggal satu gol, Portugal enggan menyerah namun gol balasan baru tercipta di babak kedua tepatnya menit 74 saat crossing Chalana dari sisi kiri disambut tandukan kepala Rui Jordao yang mencatatkan gol pertamanya di turnamen.
Di masa tambahan waktu, Portugal balik memimpin di menit 98. Lagi Chalana menghadirkan masalah dengan melayangkan umpan manja yang disambut tembakan voli Jordao ke pojok atas tiang jauh.
Dalam posisi tertinggal Prancis mengerahkan segala kemampuan menyerbu Portugal dari segala penjuru dan kerja keras mereka berbuah manis ketika laga menyisakan enam menit lagi dengan Platini menyodorkan bola untuk disempurnakan Domergue.
Saat adu penalti sudah berada di depan mata, Prancis punya kesempatan menyerang setelah operan Jean Tigana menuju Bento dihentikan Platini dan bola dichip sang legenda untuk menggetarkan gawang. Prancis menang dramatis 3-2.
Pertemuan berikutnya kembali terjadi di babak semi-final, kali ini Euro 2000 di Brussels, Belgia dan Prancis yang mengandalkan Zinedine Zidane berhasil menaklukkan Portugal 2-1 melalui babak tambahan waktu.
Tidak seperti pada pertandingan sebelumnya, kali ini giliran Portugal yang membuka gol melalui Nuno Gomes pada menit 19 tetapi Prancis sukses menyamakan kedudukan di awal paruh kedua melalui Thierry Henry (51) dan skor 1-1 bertahan hingga waktu normal 90 menit habis.
Kekalahan menyakitkan di hadapan Prancis kembali menghampiri Portugal di masa tambahan waktu tepatnya hanya tiga menit sebelum bubaran. Zinedine Zidane mencetak gol dari titik putih.
Duel terakhir kedua tim tercipta lagi-lagi di babak empat besar, kali ini di Piala Dunia 2006 di Jerman. Harapan Portugal untuk menciptakan kejutan lagi-lagi pupus di tangan Zidane yang mencetak gol semata wayang pertandingan dari titik putih.
Senin, (11/7) dini hari nanti merupakan pertemuan keempat kedua tim di turnamen besar. Prancis memang jadi favorit untuk dinobatkan sebagai raja baru sepakbola Benua Biru tetapi Portugal dengan segala teka-teki strategi Fernando Santos punya potensi menghadirkan kejutan.
Anda dukung tim yang mana?
>



