Selesai sudah pengabdian Ryan Giggs sebagai manajer di timnas Wales. Sosok berusia 48 tahun tersebut memutuskan mengundurkan diri dari jabatan tersebut.
Giggs terpaksa meninggalkan posisinya tersebut karena ogah persiapan Wales menuju Piala Dunia 2022 terganggu. Hal itu akibat ia sedang menjalani proses persidangan dengan tuduhan melakukan kekerasan terhadap mantan kekasihnya, Kate Greville.
Semula persidangan dilangsungkan di Pengadilan Manchester Crown Court pada 24 Januari 2022. Akan tetapi, agenda tersebut ditangguhkan menjadi 8 Agustus mendatang.
"Setelah banyak pertimbangan, saya memutuskan mundur dari jabatan saya sebagai manajer timnas putra Wales yang berlaku sejak pengumuman ini," kata Giggs.
"Sebuah kehormatan dan hak istimewa bagi saya untuk melatih negara saya, tetapi alangkah baiknya FA Wales, staf pelatih, dan para pemain bisa mempersiapkan turnamen [Piala Dunia] dilakukan dengan kepastian, klarifikasi dan tanpa spekulasi terkait posisi pelatih kepala mereka."
"Tak ada yang bisa disalahkan atas tertangguhkannya penyelesaian kasus saya. Saya tidak ingin persiapan tim untuk Piala Dunia terpengaruh, tidak stabil, atau terancam oleh perhatian yang tersedot di kasus itu."
Semua tuduhan yang ditunjukkan kepadanya sudah dibantah oleh Giggs. Hanya saja, sejak November 2020 legenda Manchester United tersebut memilih cuti.
Robert Page dipercaya memegang kendali timnas Wales, semenjak Giggs rehat. Hasilnya, ia berhasil membawa Gareth Bale dan kawan-kawan lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 usai mengalahkan Ukraina di laga play-off.
"FAW mengucapkan terima kasih kepada Ryan Giggs atas kinerja selama masa jabatannya sebagai manajer timnas putra Cymru dan menghargai keputusan yang ditempuh, yang mengutamakan kepentingan terbaik sepakbola Wales," demikian pernyataan FA Wales.
"Fokus FAW dan timnas Wales kini sepenuhnya tercurahkan untuk persiapan Piala Dunia di Qatar akhir tahun ini."
