Cristiano Ronaldo Neymar shirt salesGetty/Goal composite

Seberapa Besar Pendapatan Klub Sepakbola Dari Penjualan Jersey?

Ketika berbicara tentang perekrutan pemain mewah dalam sepakbola, wacana mengenai peningkatan penjualan jersey sering dianggap sebagai keuntungan finansial tersendiri.

Biasanya itu dikatakan oleh beberapa fans - dan bahkan pakar sepakbola - sebagai bagian dari pembenaran bahwa biyata transfer atau gaji yang mahal terkadang setimpal atau malah bisa tertutupi dari penjualan kostum pemain bersangkutan.

Teorinya, rumor transfer yang melibatkan nama-nama beken seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo atau Kylian Mbappe bisa menghadirkan rejeki nomplok bagi klub yang merekrutnya karena penjualan jersey mereka bisa laris manis.

Begini masalahnya: itu adalah mitos. Mohon maaf jika fakta yang ada membuyarkan gambaran Anda.

Jadi, seberapa besar penghasilan yang bisa dihasilkan klub-klub sepakbola dari penjualan jersey? Goal mengulas lebih dalam dan mencoba untuk menjelaskan sedikit dari hal tersebut.

Berapa banyak uang yang dihasilkan klub dari penjualan jersey?

Pendapatan klub sepakbola dari penjualan jersey bervariasi dari satu klub ke klub lainnya, berdasarkan faktor-faktor seperti berapa banyak jersey yang dijual dan besaran komisi yang telah mereka sepakati dengan produsen.

Bahkan klub-klub terbesar di dunia menerima persentase yang relatif kecil dari pendapatan yang dihasilkan dari penjualan jersey - biasanya sekitar 7,5 hingga - jika mereka beruntung - 15 persen.

Tentu saja ada beberapa pengecualian. Kesepakatan baru selama lima tahun Liverpool senilai £150 juta (£30 juta per tahun) dengan Nike dilaporkan membuat mereka menerima komisi 20% dari penjualan.

Dalam kasus Liverpool, bayangkan saja jika satu juta jersey terjual pada musim 2020/21 dengan harga per potong £80. Dua puluh persen dari £80 adalah £16, maka dari itu Liverpool akan mengantongi £16 juta dari penjualan tersebut.

Itu akan menjadi £16 juta terpisah dari total £30 juta yang Nike bayarkan kepada mereka sebagai bagian dari kemitraan jangka panjang, dengan Nike sendiri mendapatkan £64 juta dari penjualan (meski pun masih harus dipotong biaya produksi dan distribusi nantinya).

Jadi, mengapa keuntungan dari penjualan jersey secara relatif begitu kecil?

Nah, itu karena produksi jersey pada dasarnya mencakup pengaturan lisensi. Produsen jersey seperti Adidas, Nika, Puma dan yang lainnya membayar klub untuk memproduksi dan menjual barang dagangan mereka.

Terlepas dari biaya lisensi, produsen kemudian memberikan potongan penjualan kepada klub, biasanya setelah melewati batas tertentu.

Produsen pakaian olahraga adalah pihak yang sebagian besar kerja keras dari kemitraan, dalam arti bisnis, mereka berhak mengambil sebagian besar keuntungan.

Sepakbola memang industri yang menggiurkan. Adidas, contohnya, menyetujui kontrak 10 tahun dengan Manchester United, yang membuat mereka membayar £750 juta kepada raksasa Liga Primer Inggris selama dekade tersebut.

Namun, menurut CEO Adidas, Herber Hainer, proyeksi penjualan selama 10 tahun tersebut adalah sebesar £1,5 miliar, jadi muda untuk mengetahui kenapa para produsen berani membayar mahal untuk lisensi.

Klub mana yang paling banyak menjual jersey?

Seperti yang Anda duga, klub sepakbola terpopuler adalah yang paling banyak menjual jersey dan di antaranya ada nama-nama seperti Barcelona, Manchester United dan Real Madrid yang menghiasi daftar teratas.

Klub-klub lain, seperti Liverpool, Juventus, Chelsea, Arsenal dan Manchester City juga tak kalah banyaknya, sama juga dengan dua raksasa Jerman, Bayern Munich dan Borussia Dortmund.

Menurut statista.com, Manchester United merupakan klub yang jerseynya paling laris sepanjang 2018/19, sementara Planet Football mengamati bahwa jersey Liverpool adalah kostum sepakbola terpopuler di Amazon pada 2019/20.

Iklan
0