James Rodriguez menyatakan dirinya nyaris bergabung ke Ateletico Madrid dari Real Madrid pada tahun lalu, sebelum dia akhirnya pindah ke Everton.
James bergabung ke Goodison Park dengan status bebas transfer setelah pemain asal Kolombia berusia 29 tahun itu tidak mendapat kesempatan bermain secara reguler di bawah asuhan Zinedine Zidane.
Ketika itu, pikiran James adalah tertuju pada Atletico dan ia sempat melakukan pembicaraan dengan pelatih Los Rojiblancos Diego Simeone, namun pihak Real Madrid memblokir kesepakatan yang diraih.
"Hampir ada kesepakatan unttuk pergi ke Atletico. Saya berbicara dengan Simeone, dia mengatakan saya bisa menjadi bagian penting, dan [Real] tidak membiarkan saya pergi," ujar James kepada ESPN.
"[Presiden Real] Florentino Perez mengetahui bahwa bersama Zidane saya tidak akan banyak bermain. Itu adalah tahun yang buruk. Saya ingin datang ke Everton untuk bermain dan menunjukkan apa yang bisa saya lakukan."
James akhirnya pindah ke Everton, sebuah transfer yang mengejutkan karena The Toffees hanya finis di urutan ke-12 di Liga Primer Inggris pada musim lalu.
James mengakui dirinya tidak akan pindah ke Everton seandainya Carlo Ancelotti tidak melatih di sana.
James akhirnya memiliki kesempatan untuk bereuni dengan Ancelotti setelah keduanya pernah bekerjasama di Real Madrid dan Bayern Munich.
"Saya akan mengatakan itu dengan tulus bahwa jika Carlo tidak ada di sini, saya tidak akan datang," ujar James lagi.
"Saya [telah] mulai mengenal klub, bagaimana mereka bekerja, bagaimana mereka ingin bekerja, memenangkan banyak hal, bermain di Eropa. Fakta bahwa Carlo ada di sini sangat penting bagi saya untuk datang, tempat saya belajar setiap hari."
Di musim debutnya bersama Everton, James mencetak lima gol dan membuat empat assist dari 18 penampilan di ajang Liga Primer Inggris.
