Peter Schmeichel mengklaim bahwa UEFA mengancam Denmark dengan kekalahan WO (3-0) jika mereka tidak melanjutkan pertandingan pembukaan Euro 2020 kendati ada insiden kolapsnya Christian Eriksen.
Laga Grup B antara Denmark dan Finlandia di Kopenhagen pada Sabtu (12/6) kemarin awalnya ditangguhkan usai 41 menit menyusul ambruknya Eriksen di lapangan.
Sang gelandang mendapat bantuan alat CPR yang menyelamatkan nyawa sebelum dibawa ke rumah sakit, dan sesudah itu kedua tim menghabiskan sekitar satu jam di ruang ganti sebelum pertandingan dimainkan kembali.
UEFA merilis pernyataan yang mengonfirmasi bahwa pertandingan akan selesai pada hari yang sama setelah berkonsultasi dengan tim Denmark dan Finlandia menyusul kabar bahwa Eriksen dalam kondisi stabil di rumah sakit.
Namun, Schmeichel mengatakan negaranya juga diperingatkan bahwa bisa mengalami kekalahan WO apabila memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan pada hari itu atau pukul 12 siang waktu setempat hari berikutnya.
Eks kiper Denmark, yang putranya, Kasper, menjadi pilihan utama di bawah mistar lawan Finlandia, mengatakan kepada Good Morning Britain: "Saya benar-benar melihat kutipan resmi dari UEFA kemarin yang mengatakan bahwa mereka mengikuti saran pemain, para pemain bersikeras untuk bermain - saya tahu itu bukan fakta sebenarnya."
"Atau, begitulah cara Anda melihat kebenaran. Mereka cuma diberi tiga pilihan, satu adalah segera melanjutkan permainan dan menuntaskan 50 menit tersisa."
"Yang berikutnya adalah bermain besoknya pada pukul 12 siang dan menuntaskan 50 menit sisa, dan opsi ketiga adalah menerima kekalahan, 3-0."
"Jadi, pikirkan sendiri maksudnya. Apakah memang keinginan para pemain untuk kembali bermain? Apakah mereka benar-benar punya pilihan? Saya rasa mereka tidak punya."
"Seperti yang Anda dengar dari konferensi pers kemarin, pelatih, ia sangat menyesal menyuruh para pemain kembali ke lapangan."
Seperti yang dikatakan Schmeichel, pelatih Denmark, Kasper Hjulmand mengungkapkan penyesalan atas keputusannya melanjutkan permainan begitu cepat usai insiden kolapsnya Eriksen.
Katanya kepada awak media: "Saya pikir itu adalah keputusan yang salah untuk membuatnya menjadi dua skenario. Sangat sulit bagi para pemain. Mereka bahkan tidak tahu apakah mereka mungkin bisa kehilangan sahabat mereka."
"Saya punya perasaan bahwa kami seharusnya tidak melanjutkan permainan dan itu salah, harusnya para pemain yang memutuskan."
