Presiden AC Milan, Paolo Scaroni merasa popularitas Juventus sekarang ini belum mendunia seperti klubnya.
Rossoneri saat ini menjalani masa peralihan manajemen di bawah Elliott Management, setelah mengambil alih kepemilikan dari presiden sebelumnya asal Tiongkok, Yonghong Li.
Dalam masa transisi tersebut, Milan mengalami guncangan finansial termasuk di antaranya terkena sanksi Financial Fair Play (FPP) yang berujung dengan pecoretan dari Liga Europa musim 2019/20 ini.
Meski begitu, Scaroni selaku pimpinan tertinggi tetap meyakini klub yang bermarkas di San Siro tersebut tetap punya reputasi mendunia ketimbang juara Serie A karena lebih berprestasi di Eropa.
"Saya tidak ingin dianggap sebagai orang jahat, tapi sepakbola tentang uang," klaim Scaroni, 72, seperti dilansir Football Italia.
"Saya akan menjelaskan masalah Milan sesegera mungkin: Milan mengeluarkan €200 juta dan Real Madrid €700 juta. Itu berarti Real Madrid bisa membeli pemain lebih baik dan membayar lebih."
"Bagi kami, untuk meraih pemasukan €1 milyar, ada dua gunung yang harus didaki di depan kami, yang harus kami lakukan secara bersamaan. Halangan pertama adalah hasil aspek olahraga. Jika Anda kalah dalam semua pertandingan, Anda tidak akan berkembang."
"Yang kedua adalah hasil aspek ekonomi. Kami harus memiliki stadion baru, kami harus mencari sponsor baru, kami harus menjual hak siar televisi semahal mungkin."
"Kami harus bergerak dan mendapatkan atensi dari basis fans di seluruh dunia dan yakin bahwa mereka semua menerima pejualan dagangan kami sehingga kami bisa meningkatkan pemasukan."
"Milan tidak melihat Juventus mendunia. Milan adalah tim global karena kami memenangkan tujuh Liga Champions."
"Juventus adalah tim Italia karena mereka memenangkan banyak Scudetto. Angkat topi untuk mereka karena telah menjadi hebat."




