Winger klub Portugal Boavista, Kenji Gorre, menyayangkan tidak bisa berhadapan langsung dengan mantan rekannya, Jordi Amat, saat Curacao beruji coba melawan timnas Indonesia pada 24 dan 27 September.
Amat belum bisa memperkuat timnas senior di pertandingan uji coba ini, karena masih berstatus warga negara asing (WNA). Amat akan mendapatkan paspor Indonesia setelah pengambilan sumpah, mengingat rapat paripurna DPR-RI sudah mengesahkan program naturalisasinya.
Gorre sudah mengenal sosok Amat ketika mereka bermain bersama Swansea pada 2013 hingga 2018. Menurut Gorre, ia langsung berkomunikasi dengan Amat ketika mengetahui Curacao akan beruji coba melawan Indonedia.
“Saya dekat dengan Jordi. Saya pernah bermain bersama dia di Swansea. Sayangnya dia tidak bisa main. Itu sangat disayangkan. Saya berhadap dia bisa bersinar bersama [timnas] Indonesia,” ujar Gorre kepada jurnalis Goal Indonesia Alvino Hanafi.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Jordi, dan dia mendoakan saya bisa memperlihatkan performa terbaik. Sayang sekali kami tidak bisa berhadapan [di lapangan].”
Selain Amat, Gorre juga mengenal penggawa timnas Indonesia lainnya, Marc Klok. Gorre yang lahir di Spijkenisse, Belanda tinggal di sana hingga usia lima tahun, dan selanjutnya pindah ke Inggris bersama orang tuanya.
Gorre mengenal Klok ketika pemain naturalisasi Indonesia itu memperkuat klub Inggris Oldham Athletic pada 2016. Kebetulan markas klub tersebut tidak jauh dari tempat tinggal Gorre.
Pria berusia 27 tahun ini mendengar kabar ada pemain asal Belanda merumput di Inggris, sehingga langsung mendatangi Klok. Sejak saat itu, mereka menjadi teman. Gorre pun mengetahui Klok sudah mempunyai paspor Indonesia.
“Saya tidak sabar untuk bertemu dengan dia. Dia seorang pemain yang hebat,” ucap winger yang sedang naik daun di Liga Portugal tersebut.
Terlepas dari hubungannya dengan Amat dan Klok, Gorre siap memperlihatkan performa terbaik di laga nanti. Selepas berduel di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Curacao selanjutnya melakoni laga uji coba kedua di Stadion Pakansari pada 27 September.
“Ini pertama kalinya saya datang ke Indonesia, tempat yang indah, dan sudah jelas mempunyai kultur sepakbola. Saya menikmatinya,” kata Gorre.
