Marco van Ginkel PSV 2017-18Getty Images

'Saya Pikir Tidak Bisa Jalan Lagi' - Marco Van Ginkel Bicara Soal Neraka Cedera 983 Hari

"Tidak 100 persen, pastinya. Saya pikir 50-50 apakah karier saya bisa bertahan."

Ketika pemain pinjaman asal Chelsea, Marco van Ginkel dijadwalkan untuk menjalani operasi serius untuk memperbaiki ligamen anterior cruciatumnya (ACL) pada musim panas 2018, ia tidak bisa memprediksi situasi seperti apa yang harus dilaluinya untuk bisa kembali beraktivitas sebagai pesepakbola.

Setelah mencetak 14 gol dalam 28 pertandingan liga dengan status pinjaman di PSV selama semusim sebelumnya, sang gelandang jelas memasuki masa jayanya menjelang ulang tahunnya yang ke-26.

Namun setelah mengalami infeksi selama operasi awalnya, ada saat ketika pemain internasional Belanda itu bertanya-tanya apakah dirinya akan bisa bermain lagi.

Ia harus menjalani tiga operasi dalam waktu enam hari sebelum menghabiskan tiga bulan menerima antibiotik, dan wajib menjalani tiga kali operasi lagi untuk prosedur kecil.

"Bahaya yang ada adalah saya akan kehilangan karier, tentu saja," kata Van Ginkel kepada Goal dalam wawancara eksklusif. "Terutama setelah minggu pertama infeksi, mereka tidak tahu apa yang terjadi akibat infeksi di dalam sendi."

"Setelah tiga bulan saya bereaksi dengan baik, tetapi itu akan menjadi waktu yang sulit dan berat untuk berada di level teratas lagi, untuk kembali dan bermain untuk PSV, Chelsea atau siapa pun. Pada saat itu, fokusnya lebih tentang apakah saya bisa berjalan lagi. Sepakbola tidak lagi penting."

"Infeksi yang datang enam minggu setelah operasi saya sedikit membunuh lutut saya. Itu sebabnya butuh waktu lama, lutut saya rusak dan tersiksa dan saya harus dioperasi lagi. Itu adalah waktu yang sangat sulit."

GFX Marco Van Ginkel ChelseaGetty Images

"Sudah dijelaskan kepada saya bahwa hal-hal ini kadang-kadang bisa terjadi, tetapi hanya pada satu dari 200 orang setelah operasi. Sangat kecil kemungkinannya Anda mengalaminya, tetapi beberapa mengalami infeksi. Saya adalah salah satunya dan itu sangat buruk."

"Infeksi normal hanya memerlukan antibiotik dan Anda baik-baik saja, tetapi infeksi saya cukup parah sehingga saya menggunakan antibiotik selama tiga bulan. Mereka harus membersihkan lutut saya tiga kali lagi melalui operasi. Itu adalah masa-masa yang sangat sulit."

"Secara emosional dan mental, itu sangat sulit. Tapi saya orang yang sangat positif. Saya pikir semua orang yang mengenal saya akan mengatakan itu dan itu membuat saya tetap hidup, pastinya. Tapi saya tidak dapat menyangkal bahwa saya mengalami hari-hari yang sulit."

Setelah bergabung dengan Chelsea pada 2013 dari Vitesse, ia hanya bermain empat kali untuk The Blues. Sepanjang waktunya di klub, ia dipinjamkan ke PSV, Stoke City dan AC Milan.

Dan Van Ginkel pasti punya banyak waktu untuk memikirkan semuanya sambil mempertimbangkan nasib buruk dirinya.

Pemain berusia 28 tahun itu menjalani 983 hari keluar masuk lapangan, menghabiskan banyak waktunya untuk memulihkan diri di tempat latihan Chelsea di Cobham bersama nama-nama lain seperti Callum Hudson-Odoi, Reece James dan Ruben Loftus-Cheek yang pulih normal.

Eks pemain pinjaman Milan itu juga berinvestasi di bidang bisnis properti dan mengumumkan pertunangan dengan kekasihnya, Kristie, sebelum menandai kembali beraksi pada Januari lalu ketiga tampil sebagai pemain pengganti dalam duel antara PSV dan AZ.

"Rasanya seperti saya kembali melakukan debut," ujarnya. "Kami kalah dalam pertandingan itu namun saya tetap merayakannya dengan keluarga. Itu terasa penting karena merupakan pencapaian besar bagi saya."

Meskipun ia hanya bermain dalam 10 menit terakhir di Philips Stadion, lebih lanjut ia membuat dua penampilan untuk pasukan Roger Schmidt dan bertekad untuk menghidupkan kembali kariernya setelah kontraknya di Stamford Bridge diperpanjang hingga akhir musim ini pada Juni lalu.

"Fokus saya hanya pada PSV saat ini dan sisanya, kita akan lihat," jawab Van Ginkel ketika ditanya apakah masih bisa kembali ke Chelsea dan tim nasional Belanda. "Jika saya bisa kembali ke level saya, maka saya tahu kualitas saya, tapi sekarang hanya fokus pada PSV dan diri saya sendiri. Saya ingin mendapatkan beberapa menit bermain lagi dalam beberapa laga berikutnya."

"Pola pikir yang Anda butuhkan untuk membuatnya sama dengan yang Anda butuhkan untuk kembali. Akan menjadi lebih baik setiap harinya dan saya melakukannya. Jika Anda tidak memiliki itu, Anda tidak akan pernah kembali setelah mengalami cedera yang sangat buruk."

"Saya senang kembali menjadi pesepakbola."

Iklan
0