Dalam rubrik 'Bellen met...', ESPN berbincang dengan Kees Luijckx pada hari Senin ini. Mantan bek yang kini aktif sebagai analis pertandingan di Belanda ini memberikan pandangannya mengenai musim yang penuh gejolak yang sedang dilalui Feyenoord.
''Te Kloese akan pergi. Ternyata ini kembali menjadi topik yang sulit untuk dibicarakan bagi pihak-pihak yang terlibat. Ada pertarungan di jajaran pimpinan di sana dan bagi orang luar sulit untuk mengukur apa yang sebenarnya terjadi'', kata Luijckx yang merasa sulit untuk menjelaskan situasi di Feyenoord secara tepat.
Mantan bek tersebut mendengar Dirk Kuijt mengatakan hal-hal yang masuk akal tentang Feyenoord dalam acara Goedemorgen Eredivisie pada Minggu. ''Dia menjelaskan dengan detail betapa sulitnya bekerja di sana.'' Pelatih FC Dordrecht saat ini pernah bekerja sebagai pelatih muda di Rotterdam-Zuid dan tampaknya menjadi calon pelatih kepala. Namun, rencana tersebut tidak terwujud.
Feyenoord berjuang di bawah kepemimpinan Robin van Persie untuk posisi kedua dan tiket Liga Champions. ''Tapi mungkin dia merasa sudah cukup setelah itu. Dia tentu saja membuat beberapa kesalahan jelas musim ini, terutama dalam hierarki di ruang ganti. Tapi menurut saya, dia bekerja sangat keras dan umumnya bisa menjelaskan situasi dengan baik.''
Menurut pandangan Luijckx, Van Persie adalah pelatih yang jujur. ''Dia bukan politisi. Dia tampaknya bekerja sangat keras di klub, tapi saya merasa dia sedikit kelelahan belakangan ini.''
Van Persie sendiri mengaku tidak berencana untuk mundur dari Feyenoord. Pelatih berusia 42 tahun ini memiliki kontrak berlanjut di De Kuip hingga 30 Juni 2027.



