Louis van Gaal 2022Getty

“Saya Cium Memphis Depay, Kok” - Louis Van Gaal Balas Kritikan Angel Di Maria

Pelatih Belanda Louis van Gaal membalas kritikan striker Argentina Angel Di Maria dengan cara berbeda dalam sesi jumpa wartawan, Kamis (8/12) malam WIB, menjelang duel perempat-final Piala Dunia 2022.

Dalam wawancaranya dengan laman TyC Sports, Di Maria menganggap Van Gaal merupakan pelatih terburuk dalam karir sepakbolanya. Pernyataan Di Maria itu berkaca ketika mereka sama-sama berada di Manchester United pada musim 2014/15.

Meski menyayangkan pernyataan di Maria, Van Gaal, yang didampingi Memphis Depay dalam sesi jumpa wartawan, membalasnya dengan seloroh, sehingga mengundang gelak tawa para jurnalis.

Depay pernah bersama Van Gaal di United, dan mengalami nasib yang sama seperti Di Maria, terutama ketika dia tidak memasukkan nama striker Belanda itu di final Piala FA 2016. Menurut Van Gaal, hubungannya dengan Depay tetap rukun.

“Memphis juga bermain di Manchester, dan sekarang kami saling berciuman, mulut ke mulut. Tapi kami tidak akan melakukannya sekarang,” seloroh Van Gaal yang disambut Depay dengan tawa sambil menggerakkan jari tangannya yang mengisyaratkan tanda tidak.

“Saya tidak menurunkan Memphis untuk laga final. Seorang pelatih tidak melakukan sesuatu tanpa alasan, dan itu mungkin terjadi. keputusan yang salah, tapi lihat saja bagaimana hubungan kami satu sama lain sekarang.”

“Jika dia menyebut saya sebagai pelatih terburuk, hanya sedikit pemain yang akan mengatakan itu. Itu menyedihkan, saya tidak suka dia mengatakan itu, sangat disayangkan. Tapi begitulah adanya, seorang pelatih perlu mengambil keputusan yang tidak selalu berakhir dengan baik.”

Depay pun sependapat dengan sang pelatih. Penggawa Barcelona ini bahkan melontarkan pujian kepada Van Gaal dengan menyebutkan sosok berusia 71 tahun tersebut merupakan pelatih yang mampu membangun sebuah tim.

“Pelatih kami menunjukkan karakter dan selera humor, dan orang-orang menghargainya,” ucap Depay.

“Kami belum pernah kalah, dan tingkat kedisiplinan kami semakin kuat ketika dia datang ke tim. Itu sangat penting dalam menghadapi sebuah turnamen. Semua orang tahu visinya, karakternya, dan itulah salah satu kualitas terbesar dia untuk membangun tim. Dia memiliki visi yang jelas, dan dia membawanya ke tim dengan jelas.”

Iklan
0