Gelandang anyar Barcelona Ilkay Gundogan menyatakan dirinya tidak mengalami kesulitan untuk beradaptasi di Blaugrana, karena mempunyai kesamaan gaya permainan dengan Manchester City.
Gundogan meninggalkan City setelah memenangkan treble di bawah asuhan Pep Guardiola musim lalu. Gundogan hengkang secara cuma-cuma setelah kontraknya di Etihad selesai.
Gelandang asal Jerman ini tidak mengalami kesulitan beradaptasi di Barcelona, dan ingin meraih kesuksesan bersama di bawah asuhan Xavi. Menurut Gundogan, filosofi permainan Barcelona sudah ia rasakan selama tujuh tahun berada di City.
“Anda bisa lihat itu adalah 'sekolah' yang sama. Pep memberikan pengaruh kepada Xavi dan gaya permainannya,” ujar pemain berusia 32 tahun tersebut dikutip laman Mundo Deportivo.
“Tentu saja, sekolah Barca: penguasaan bola, tidak kehilangan bola, mencoba berkreasi, bermain dengan cerdas, menemukan ruang. Banyak hal yang kami lakukan di sini serupa dengan yang kami lakukan di City bersama Pep. Itu juga memberi saya keuntungan, lebih mudah untuk beradaptasi.”
Gundogan mengaku sudah menyukai gaya permainan yang dikembangkan Barcelona sejak era Ronaldinho. Selanjutnya trio Xavi, Sergio Busquets, dan Andres Iniesta membuat dirinya makin menyukai tim Catalan tersebut.
“Saya ingat momen yang tidak akan pernah saya lupakan, yaitu penampilan Ronaldinho di Bernabeu. Bahkan para penggemar Real Madrid pun bertepuk tangan buat dia. Saya sangat menikmati tontonan itu. Bukan hanya Ronaldinho, tapi Barca sebagai tim saat itu,” beber Gundogan dikutip laman Sport.
“Itu mungkin momen terpenting yang saya ingat. Tapi saya telah melihat banyak pertandingan di LaLiga atau di Liga Champions di mana lini tengah Busquets, Xavi dan Iniesta, yang menurut pendapat saya adalah yang terbaik di dunia, bermain dengan cara luar biasa, dan saya tumbuh dengan belajar dari mereka.”




