LIPUTAN ADITYA WAHYU PRATAMA DARI MADURA
Penjaga gawang muda Satria Tama kemungkinan besar tetap merasakan atmosfer Liga 1, kendati Persegres Gresik United terdegradasi. Hal ini disebabkan Satria disebut sudah mencapai kesepakatan memperkuat Madura United pada musim depan.
Manajer Haruna Sumitro mengatakan, sedikitnya ada enam pemain baru berlabel nasional yang akan membela Laskar Sape Kerrap musim depan, meskipun manajemen belum mendapatkan hasil evaluasi pelatih.
“Tahun depan kami akan ada tenaga baru, dan punya prestasi, salah satunya yang sudah pasti kiper Gresik yang juga kiper timnas, Satria Tama. Dia sudah pasti menjadi bagian dari Madura,” ungkapnya.
“Kami masih menunggu evaluasi pelatih sampai akhir musim. Kami akan meminta rekomendasi pelatih. Saya belum bisa sampaikan siapa yang dipertahankan atau dicoret. Tetapi, kurang lebih sudah ada enam pemain baru yang akan datang, dan levelnya pemain nasional lokal. Nama yang lain akan kami umumkan nanti.”
Sedangkan Satria enggan membenarkan pernyataan Haruna. Menurut pemain berusia 20 tahun tersebut, ia memilih fokus menyelesaikan laga terakhir melawan Bali United akhir pekan ini.
“Saya masih ada kontrak sama Gresik. Nanti kalau sudah selesai kompetisi saya akan sampaikan akan kemana. Kalau saat ini saya sampaikan, kesannya saya tidak menghormati kontrak yang masih ada,” ujarnya.
Sementara itu, Haruna berharap PSSI dan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) meninjau ulang penggunaan marquee player di musim mendatang. Walau sanggup mengeluarkan dana besar, klub masih belum siap memperlakukan pemain bintang dengan baik.
“Awalnya kami merasa marquee player itu membantu memberikan suasana baru, prestasi, ataupun kontribusi. Tapi kesimpulan dari Madura sendiri barangkali kita belum siap menerima marquee player, karena banyak hal supporting yang harus disiapkan,” ujar Haruna.
“Bagaimana menangani cedera itu, pemulihannya seperti apa, bagaimana standar dan prosedurnya. Ini yang menurut saya harus menjadi perhatian klub. Bukan soal kemampuan membayar, tapi yang paling penting yaitu memberikan kenyamanan bagi mereka dan merasa benar-benar diperhatikan oleh klub itu.”
“Problem kita tentang miskomunikasi dan perspektif marquee player terkait cedera yang dialami bisa menjadi perdebatan. Di dalam kontrak ada klausul tentang itu, tapi tentu marquee player punya standar, harus seperti apa, dan bagaimana menanganinya dan lain sebagainya.” (gk-62)

