Yellow card refereegettyimages

Satgas Anti Mafia Sepakbola Periksa Direktur Perwasitan PSSI

Penyidik Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Sepakbola hari ini mulai melakukan pemeriksaan terhadap direktur perwasitan PSSI terkait dugaan pungutan liar (pungli) seleksi wasit Liga 1 dan 2.

Kepala bagian penerangan umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah menyatakan, penyidik awalnya memanggil ketua umum PSSI Erick Thohir untuk dimintai keterangan. Namun Erick tidak bisa hadir, dan mengutus direktur perwasitan berinisial A.

“Satgas anti mafia bola pada hari ini mengundang ketua [umum] PSSI, namun yang ditunjuk beliau untuk menghadiri undangan tersebut adalah saudara A yang merupakan direktur perwasitan PSSI ke Bareskrim Polri,” jelas Nurul dikutip laman Mabes Polri.

Nurul menambahkan, pengusutan kecurangan dalam penyelenggaraan sepakbola Indonesia akan dilakukan secara tuntas. Hal itu menjadi komitmen bersama antara Polri dengan PSSI.

Diwartakan sebelumnya, proses seleksi pengadil lapangan dikabarkan diwarnai aksi pungli yang membuat calon wasit Liga 1 dan 2 harus menyetor dana sebesar Rp500 ribu untuk lolos ujian tertulis. Sedangkan Rp1 juta untuk paket lolos tes fisik dan laws of the game (LOTG).

Seleksi wasit ini digelar PSSI bekerja sama dengan federasi sepakbola Jepang (JFA) pada 15-19 Juni lalu. Selain seleksi, ada juga kursus dan lokakarya untuk wasit-wasit liga 1 dan 2 musim 2023/2024.

Instruktur wasit berasal dari Jepang yang juga menjadi perwakilan JFA, yaitu Yoshimi Ogawa (anggota komite wasit JFA) dan Toshiyuki Nagi (instruktur wasit JFA. Kegiatan ini berisikan beberapa agenda, baik teori di dalam ruangan maupun praktek di lapangan.

Iklan
0