Satuan tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka pengaturan skor di sepakbola Indonesia, serta yang terlibat di judi daring.
Dari kedelapan orang itu, satu di antaranya berinisial VW yang selama ini dikenal di lingkungan sepakbola nasional. Sedangkan empat lainnya adalah wasit Khairuddin, Reza Pahlevi, Agung Setiawan, dan Ratawi.
Sementara tiga tersangka lainnya adalah mantan asisten manajer di sebuah klub, Dewanto Rahadmoyo Nugroho, Liaison Officer (LO) wasit Kartiko Mustikaningtyas, serta kurir Gregorius Andi Setyo. Nama terakhir saat ini masuk dalam daftar pencarian orang.
“Kami concern terhadap kebijakan Presiden dan Ketum PSSI untuk membawa sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik, menciptakan atlet yang berprestasi, dan membawa sepakbola indonesia berkualitas ke kancah internasional,” ujar Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
“Komitmen untuk menciptakan kompetisi yang fair, maka kita sepakat kerja sama di bidang penegakan hukum dengan Satgas Mafia Bola Polri dan Satgas Mafia Independen.”
Selain kasus pengaturan skor, Satgas Antimafia Bola Polri juga mengungkapkan situs rumah judi sepakbola SBOTOP yang memiliki perputaran uang hingga ratusan miliar rupiah, dan mempunyai anggota hampir 43 ribu yang tersebar di seluruh negara, termasuk Indonesia.
Kepala Satgas Antimafia Bola Polri, Irjen Asep Edi Suheri, mengutarakan, pihaknya sudah menangkap empat tersangka yang berperan mengumpulkan rekening. Pihaknya hingga kini masih melakukan pencarian terhadap tiga orang lainnya, masing-masing satu berasal dari Indonesia, dan dua lainnya dari Tiongkok.
Bukan itu saja. Satgas Antimafia Bola Polri juga akan mendalami keterkaitan klub sepakbola Indonesia dengan judi daring tersebut dalam bentuk sponsorship.
“satgas Antimafia Bola Polri telah mengamankan barang bukti buku tabungan, dokumen perusahan, hingga satu unit apartemen, dan juga dua kendaraan. Kami sudah melakukan penyitaan dengan nominal Rp 5 miliar,” kata Asep.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, situs SBOTOP diduga menyelenggarakan pasar taruhan liga sepakbola Indonesia dan internasional. Kemudian situs ini juga diduga mensponsori salah satu klub di Indonesia. Hal ini masih didalami penyidik.”
