Ketua umum PSSI Erick Thohir mengumumkan personel yang mengisi Satgas Anti Mafia Bola. Ada empat orang yang mengisi satuan tersebut.
Maruarar Sirait dipercaya sebagai ketua Satgas Anti Mafia Bola. Sosok berusia 53 tahun tersebut dibantu jurnalis Najwa Shihab, mantan ketua BPKP Ardan Adiperdana, dan koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali.
Diharapkan dengan keempat orang tersebut bisa bekerja maksimal. Mereka semua dapat memberantas mafia bola yang ada di Tanah Air.
"Mereka bisa langsung laporkan temuan ke presiden [Joko Widodo] karena tujuannya untuk percepatan dalam membersihkan sepakbola. Satgas ini juga akan berkolaborasi dengan FIFA sebagai bagian transparansi," kata Erick.
Sedangkan Maruarar menegaskan kesiapannya memimpin Satgas Anti Mafia Bola. Ia bertekad untuk membuat persepakbola Indonesia menjadi bersih dan dijauhi dari praktik kotor.
"Saya apresiasi karena bersama-sama orang hebat di satgas ini. Kami berkomitmen agar tim ini tidak masuk angin, tidak boleh gentar, dan tidak boleh takut, serta tidak pilih kasih," ucap Maruarar.
"Akan ada auditor tepercaya serta komunikasi yang baik dengan pihak Polri dan kejaksaan jika kami ingin mengungkap kasus yang terkait aturan hukum," Maruarar menambahkan.
Satgas Anti Mafia Bola bukan pertama kali dibentuk. Satuan tersebut sudah ada sejak Desember 2018 untuk membasmi praktik kotor yang kerap terjadi di sepakbola Tanah Air.
